Dimana nilai investasi sebelumnya Rp35 juta, kini menjadi Rp40 juta untuk wilayah Jabodetabek dan Rp45 juta untuk diluar Jabodetabek. Nilai tersebut sudah termasuk outlet, bahan baku awal, survey lokasi dan juga pengiriman.

“Ada kenaikan sebesar Rp5 juta. Jadi yang pertama memang kita memberikan jaminan bahwa kita itu sudah branded dan angka segitu sangat masuk akal.  Kemudian di luar kota itu kita terkendala dengan pengiriman yang tidak kecil biayanya. Jadi sudah kita perhitungkan ke arah sana,” jelas Founder Bang Aji Arabian Kebab, Sumpono Bayuaji saat dihubungi Franchiseglobal.com via telepon, Senin (30/7/2018).

“Kedua, perlu membangun sarana penunjang untuk memastikan bahan baku tercukupi. Kalau investasinya kecil, kita akan kesulitan nantinya menambah fasilitas untuk menunjang supply bahan baku,” sambungnya.

Menurut Bayu, dengan adanya kenaikan nilai investasi ini, pihaknya bisa lebih meningkatkan pelayanan kepada mitra-mitranya. Karena, kata dia, biaya yang dikeluarkan oleh mitranya memang sudah sesuai dengan apa yang diberikan Bayu dan timnya.

“Dengan biaya tersebut, kita juga akan memberikan pelayanan lebih kepada mitra. Misalnya dengan adanya kendaraan pengiriman yang berpendingin, lalu kita juga akan membuka stokist-stokist di kota-kota yang jauh dari Jakarta, kemudian ketersediaan bahan baku yang lebih lama dan lebih baik. Tentu semua itu butuh biaya penunjang,” katanya.

Jadi kesimpulannya, secara tidak langsung nilai investasi yang dikeluarkan oleh mitra tersebut sangat sesuai dengan apa yang didapatkan oleh mitra. Dalam kurun waktu 10 bulan saja, mitra sudah bisa balik modal.

Dalam waktu dekat ini Bang Aji Arabian Kebab akan tambah outlet baru. Target yang paling dekat adalah Solo. Sementara target tahun ini sendiri mencapai 50 outlet baru. Sehingga total outlet yang dimiliki Bang Aji Arabian Kebab telah mendekati 600 outlet.

Silakan klik Bang Aji Arabian Kebab untuk mengetahui nilai investasi, BEP dan informasi lainnya. [ded]