Waralaba kuliner jenis bakmi sudah mulai bertumbuh di pasaran lokal tanah air, dan mulai menyasar ke pasar kelas menengah yang berkembang kian pesat. Keberadaan bisnis franchise bakmi itu tentu menaikan kelas menu khas chinese food itu yang biasanya ditemui pada usaha kedai-kedai pinggir jalan. Masyarakat yang ingin menikmati panganan mie di skala resto itu, kini sudah bisa mendatangi outlet-outlet bakmi yang tersebar dari ruko pinggir jalan hingga kelas pusat perbelanjaan.

Salah satu pemain bisnis kuliner tersebut adalah Bakmi Naga Resto. Bisnis yang mulai diwaralabakan sejak 2010 itu sukses membuat branding bendera dagangnya hingga terkenal oleh masyarakat luas. Total sudah berdiri 56 outlet Bakmi Naga Resto yang tersebar di kota-kota besar tanah air. Keberadaan outlet bisnis bakmi milik pengusaha Susanty Widjaya itu, menggarap bukan hanya di lokasi pusat perbelanjaan saja, tapi juga ruko pinggir jalan hingga slot food court di sejumlah bandara besar.

“Ada beberapa outlet Bakmi Naga Resto yang beroperasi di sejumlah bandara. Branding kita pun cukup kuat karena keberadaan outlet kita tepat berlokasi di terminal domestik maskapai penerbangan Garuda Indonesia.” kata wanita yang karib disapa dengan Susan itu.

Sampai akhir Desember 2014, Bakmi Naga Resto bisa dikatakan selalu membuka outlet baru hampir pada setiap minggunya. Seperti yang dituturkan sang pemilik, rata-rata dapat berdiri lebih dari 12 outlet baru bahkan bisa lebih pada setiap tahunnya.

Waralaba kuliner Bakmi Naga Resto, termasuk bisnis yang melakukan pengembangan tercepat dari sisi pendirian outlet baru. Bahkan hingga kini belum ada kompetitor franchise bakmi sejenis, sehingga membuat pangsa pasar yang digarap masih sangat luas. Awal 2015 ini pun, Bakmi Naga Resto sudah membuka outlet barunya di sekitar jalan raya Kalimalang, Bekasi. Kemudian menyusul dalam waktu dekat, akan dibuka kembali outlet baru Bakmi Naga Resto di Mall Dadap City Cengkareng, Mall Kelapa Gading, serta di luar kota seperti di Banjarmasin, dan di Banjar Baru.

Bila ada investor yang ingin bekerjasama syaratnya cukup mudah, mitra diharapkan punya passion terhadap usaha Food and Beverage, kemudian siapkan usulan lokasi yang strategis dengan ukuran minimal 80 M2 dan yang pasti sediakan modal investasi minimal senilai Rp200 juta.

“Dari sisi sales produk, masih sangat menguntungkan. Karena food cost kita seperti dari menu minuman saja jauh dari harga modal. Selama masih mengikuti sistem, standar dan resep dari kami, dijamin profit bisa diraih.” pungkas Santy. (adv)

Anda tertarik? Kunjungi Waralaba Bakmi Naga Resto untuk informasi lebih lengkap.

(Heksa R.P)