JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM - Perkembangan bisnis Franchise, Lisensi dan Kemitraan dalam kurun waktu lima tahun belakangan ini cukup menggembirakan. Berbagai brand bermunculan menawarkan segala potensi ekonomi serta iming-iming cuan yang bisa diraih. Tak pelak, sistem franchise dan kemitraan menjadi alternatif terbaik bagi calon investor untuk menanamkan modalnya.

Chairman TRAS N CO Indonesia sekaligus founder INFOBRAND GROUP, Tri Raharjo mengatakan bisnis franchise yang diminati oleh para investor adalah bisnis yang paling berhasil mendatangkan untung.

“Bagaimana bisa mengidentifikasikan bahwa franchise itu telah terbukti menguntungkan? Bisa dengan mengetahui lama berdirinya. Yang paling baik adalah franchise yang telah survive lebih dari lima tahun. Hal tersebut bisa menjadi pembuktian bahwa skema usaha yang telah berjalan dapat survive,” ujarnya.

Adapun, sektor makanan dan minuman (food and beverage) masih menjadi primadona di industri franchise Tanah Air. Dalam catatannya, F&B berkontribusi 40% dari keseluruhan bisnis franchise untuk saat ini dan beberapa tahun mendatang. Kemudian diikuti oleh sector jasa yang tumbuh cukup pesat seiring dengan makin masifnya penggunaan teknologi informasi.

Sementara bagi franchisor sendiri, dalam memasarkan bisnis franchise-nya, franchisor bisa memanfaatkan beberapa saluran, diantaranya adalah mengikuti sejumlah pameran usaha. Strategi ini dinilai Tri menjadi cara terbaik dalam menjual sebuah franchise kepada khalayak.

Lalu, cara yang paling efektif kedua adalah dengan memanfaatkan media digital. Sebagai informasi, Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna internet terbesar di dunia, yang mencapai 170 juta orang. Strategi ini juga penting karena bisa membuka peluang dalam meng-grab franchisee milenial.

“Franchisor dapat menjaring franchisee melalui ranah digital. Kemudahan akses informasi melalui internet sangat tinggi dan mempunyai jangkauan yang luas serta masif. Selain itu para franchisor juga harus menguasai search engine optimization agar website mereka dapat tampil di halaman pertama mesin pencarian sehingga mudah ditemukan oleh calon franchisee,” ungkap Tri.

Lebih lanjut Tri mengatakan, franchisor wajib men-support dan memonitoring jalannya usaha franchisee, membangun success rate diatas skala 90%, melindungi mitra melalui aspek legal, serta melakukan delivery knowledge secara optimal agar terbentuk SDM yang handal.

“Dari sisi franchisee sendiri mereka harus taat terhadap SOP serta sistem yang telah diberlakukan oleh franchisor. Kalau sinergi ini berjalan bagus maka hampir bisa dipastikan bisnis tersebut akan berhasil. Perlu diingat juga bahwa ketepatan memilih franchisee adalah awal kesuksesan franchise itu sendiri,” tutupnya.