Untuk menilai sebuah bisnis franchise yang prospek perlu dilakukan survey perkembangan industri dan pangsa pasarnya. Hal ini disampaikan oleh Burang Riyadi selaku Senior Consultan sekaligus Founder International Franchise Business Management (IFBM) . Demikian dikutip Franchiseglobal.com dari Annual Brand Catalogue 2019 berjudul “250 Waralaba & Bisnis Prospek 2019”, Kamis (24/1/2019).

Menurut Burang, sebuah bisnis bisa dikatakan proven ketika bisnis tersebut bisa bertahan lama (sustain) serta terbukti menguntungkan. Sehingga indikatornya adalah bisnis yang lebih dari lima tahun eksis dan berkembang dengan konsisten.

Sementara menurut Utomo Njoto selaku Senior Franchise Consulting dari PT Consulting Indonesia mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat bisnis franchise dikatakan prospek. Pertama, pengalaman pemilik merek dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya. Kedua, komitmen pemilik merek untuk mengembangkan bisnisnya serta konsisten menjaga kualitas produk dan layanannya.

Di sisi lain, Jahja B Soenarja selaku Chief Consulting Officer Direxion Strategy mengungkapkan, bisnis prospek bisa dinilai dari hal paling mendasar dan utama, yakni franchisor’s track record atau jejak historis dari pewaralaba.

Selanjutnya, kata Jahja, pewaralaba wajib membimbing dan mengupayakan keberhasilan terwaralaba dalam menjalankan bisnisnya hingga menghasilkan untung.