Melihat perkembangan induk Signarama di Amerika Serikat, bisnis Signage ini sangatlah berpotensi besar, Kenapa? Karena segala bentuk jenis usaha atapun bisnis memerlukan signage. Dengan pertumbuhan beberapa sektor industri yang turut juga membangun infrastruktur sekaligus alat penunjuk dan media promosi, tentu akan membuat bisnis signage akan semakin besar untuk kedepannya.

“Melihat dari hal tersebut potensi bisnis ini masih sangat besar, Indonesia memiliki rakyat lebih dari 250 juta jiwa, dari negara Asia, Indonesia yang paling besar. Jadi nanti dimana-mana ada central-central bisnis, jadi bagi semua pengusah bisnis yang memerlukan signage tidak usah jauh-jauh. Jadi setiap negara itu berpotensi semua, tergantung perkembangan ekonominya,” Steven Kusnadi selaku pemegang Master Franchise Signarama di Indonesia menjelaskan prospek bisnis Signed di tanah air.

Kiprah Signarama Indonesia dimulai sejak pertengahan tahun 2013 dengan lokasi pertama di Jalan Sultan Iskandar Muda 8G, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sebagai Master Franchise di bawah payung PT Priyamitra Satwika, Signarama Indonesia mulai mencoba branding dengan mengikuti bermacam-macam pameran waralaba. Hal tersebut disambut positif tahun ini setelah 2 mitra bergabung untuk membuka outlet di daerah Serpong dan Muara Karang.

Melihat potensi bisnis signs yang masih besar, itu bukan tanpa saingan, karena setiap usaha pasti selalu saja ada pesainganya. Walau hadir sebagai pionir waralaba signage di Indonesia, bisnis ini dari dulu pun sudah ada yang menjalankannya di Indonesia selain Signarama. Namun, karena industri ini sangat besar, tidak ada satupun yang memonopoli.

Signarama memiliki historis dengan perkembangan bisnis yang sangat cepat, mulai awal berdiri tahun 1986 dan baru di franchisekan pada tahun 1987. Memasuki tahun 1992,  Signarama telah memiliki 122 outlet, berselang satu tahun kedepan menjadi 244 outlet yang dimiliki. Terlihat bahwa bisnis signs ini berkembang dengan sangat cepat. Tidak heran sebenarnya jika bisnis signs bisa berkembang dengan sangat cepat, karena setiap perusahaan pasti membutuhkan signage. Disinilah letak potensi Signarama, mengingat Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah penduduk yang besar. Ketika para pebisnis atau pengusaha membutuhkan Signage untuk usaha mereka, Signarama hadir untuk memenuhi itu.

Tertarik menjadi salah satu mitra waralaba Signarama, nilai investasi yang dibutuhkan adalah $ 124.000 untuk biaya peralatan dan $ 49.500 untuk franchise fee selama 20 tahun dengan total sekitar Rp 2.2 miliar jika 1 dollar setara dengan Rp 13.150. Jika franchisee ingin memperpanjang kembali paket bisnis ini, mereka hanya akan dikenakan administrasi fee, sedangkan untuk royalty fee akan dikenakan sebesar 6 %, dengan perkiraan balik modal selama 24 bulan.

Nantinya, Signarama akan membantu tahapan dalam pencarian lokasi, survey demografis. Bahkan franchisee nanti akan dikirim ke Amerika Serikar selama 2 minggu untuk menjalani training. Selain itu, Signarama juga akan melakukan set-up outlet, melatih karyawan dan tentunya akan mendapat dampingan sampai franchisee bisa menjalankan bisnis signage ini.

Untuk info lebih jauh segera klik Waralaba Signarama