Franchiseglobal.com - Tempat makan kekinian dengan konsep kuliner street food, Warung Wakaka, menargetkan dapat membuka gerai menjadi 11 cabang pada sepanjang tahun ini.

Marcomm. Manager Warung Wakaka Stella Fidelia mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah memiliki 7 gerai yang persebarannya terdapat disejumlah kota besar di Indonesia.

“Yang sudah dipastikan untuk kami develop itu ada empat cabang lagi, sehingga pada akhir tahun ini kami mengharapkan Warung Wakaka berjumalah 11 gerai,” ujarnya pada pagelaran IFRA 2019 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (6/7).

Dalam menggandeng mitra bisnis, Stella mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah standar yang harus dipenuhi oleh calon investor. Harapannya, kualitas dan strandar pelayanan serta produk Warung Wakaka tetap pada performa terbaik.

“Contohnya pada pameran IFRA 2019 ini kami secara kuantitas tidak menargetkan berapa banyak mitra yang akan digaet. Kami lebih kepada membangun awareness dan brand image dari Warung Wakaka itu sendiri, serta tidak lupa mempertahahankan kualitas kami,” tuturnya.

Sebagai informasi, tempat makan yang berdiri pada 25 April 2016 tersebut telah merambah wilayah Gading Serpong, Medan, Sidoarjo,dan Palangkaraya. Kemudian, Samarinda, Cibinong serta Muara Karang sebagai gerai pertamanya.

“Semua gerai kami cukup ramai dikunjungi masyarakat, namun yang paling ramai itu di Muara Karang, mungkin karena disana gerai pertama,” imbuhnya.

Adapun dari pilihan menu, Warung Wakaka menyediakan berbagai varian makanan dan minuman, seperti kopi, roti, martabak, mie instan, sate taichan dan sebagainya. Untuk desain warung, Stella mengungkapkan jika pada beberapa gerai terdapat semacam ruang open kitchen yang memungkinkan konsumen melihat langsung proses memasaknya.

“Tidak semua hidangan kami tampilkan proses pembuatannya. Open kitchen ini diterapakan pada proses memasak beberapa item saja, seperti martabak ataupun sate taichan,”tegasnya.

Tertarik  untuk menjadi mitra Warung Wakaka? Stella mengutarakan para mitra cukup menginvestasikan dananya sekitar Rp3 miliar sampai dengan Rp5 miliar untuk kerjasama dalam skema partnership. Nantinya para mitra tersebut akan di-support berbagai fasilitas, seperti konsultasi bisnis, marketing, dan promosi, termasuk juga beberapa equipment material.

“Selain itu, kami juga memiliki tim monitoring dan audit. Yang perlu diingat adalah walaupun calon mitra itu memiliki kemampuan secara finansial untuk berinvestasi, tidak semuanya bisa kami berikan approval, karena kami lebih mengutamakan kualitas,” pungkasnya.