Franchiseglobal.com - Burger, kudapan dengan roti berlapis daging dan sayur sudah tak asing menjadi kudapan favorit generasi millenial. Salahsatu brand yang bergerak di bidang burger yakni Flip Burger, berdiri sejak 17 Agustus 2016 kini Flip Burger telah memiliki 16 outlet.

Sandy Soerianata, General Manager Flip Burger mengatakan dirinya memiliki tiga konsep bisnis antara lain Flip Burger untuk market midle up, Burger Brader dan Potato Brader untuk market midle low.

Lewat sub-brand Burger Brader, Potato Brader yang diluncurkan sejak awal tahun ini. "Kami ingin masuk ke kalangan yang suka burger tapi tidak bisa menjangkau Flip Burger karena jauh atau harganya kurang terjangkau," kata Sandy kepada Franchiseglobal.com di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat pekan lalu.

Saat ini Burger Brader telah memiliki 2 gerai di kawasan Lebak Bulus dan Pasar Santa, Jakarta Selatan. Sandy menjelaskan Burger Brader mengusung konsep booth sehingga bisa menyasar beberapa lokasi seperti kampus, kantin sekolah, foodcourt maupun swalayan.

Burger Brader menawarkan 5 varian menu burger yang dibanderol dengan harga terjangkau, mulai Rp 15.000–Rp 27.000 per potong. Gerai ini menawarkan ekstra topping seperti telur, keju, dan smoke beef yang dibanderol Rp 4.000. Selain itu tersedia juga menu lain seperti hotdog dan cheese hot dog yang dibanderol Rp 13.000–Rp 16.000. Adapun menu Flip Burger dikisaran harga Rp35 ribu

"Sekarang ini trennya setiap jenis makanan pasti ada versi murahnya. Nah, Burger Brader ini versi murah Flip Burger tapi tetap kami jaga kualitasnya. Olahan dagingnya sama import dari Australia yang lebih fresh, rotinya juga sama lembut, hanya saja ukurannya lebih kecil dan bumbunya beda sedikit," terang Sandy.

Tak hanya harga jual saja yang lebih murah, Sandy juga menjelaskan jika Burger Brader juga menawarkan kemitraan dengan nilai investasi yang lebih terjangkau dibandingkan dengan Flip Burger. Sebelumnya ia menawarkan kemitraan bernama Flip Burger. Namun investasinya cukup mahal, karena bisa bisa miliaran rupiah per gerainya.

Bagi pembaca yang berminat untuk bermitra, konsep Flip burger memiliki nilai investasi Rp3,5- Rp3,8 miliar, dengan omzet perbulan mencapai Rp20- Rp25 juta. Untuk Burger Brader dan Potato Brader cukup kisaran Rp 75 juta. Tapi perlu diingat nilai investasi ini di luar biaya sewa tempat dan renovasi gerai yang semuanya harus ditanggung oleh mitra sendiri. Calon investor bisa menyiapkan lokasi usaha dengan luas ruangan sekitar 12 meter persegi (m²) sampai 15 m².

"Modalnya di bawah Rp 100 juta. Bagi yang tertarik usaha burger. Burger Brader investasinya lebih terjangkau," tandasnya. Dengan asumsi omzet bisa mencapai Rp 30 juta sebulan, proyeksi balik modal 11 bulan. [ded]