Kenyal, gurih dan pedas adalah ungkapan yang cocok menggambarkan Bakso Gibrass racikan Agung Sugiarto. Beridiri sejak tahun 2010, kemitraan Bakso Gibrass yang menjalar ke seantero jawa timur, Jawa Tengah, Jakarta, Depok bermuara dari Jalan Kutisari Selatan ll No.45 Surabaya.

“Saat ini cabang Bakso Gibrass suda ada lebih dari 60an baik di Kalimantan Tengah, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Tegal, Jakarta, Depok dan lainnya,” ungkap Agung kepada Franchiseglobal.com.

Diungkapkan Agung, bisnis bakso Gibrass ini laris lantaran selain karakter bakso yang pedas juga kuah bakso Gibras memiliki rasa yang variatif. Jika pada umumnya basko lain hanya menggunakan kaldu sapi pada kuah bakso, di Bakso Gibrass juga terdapat kuah rasa seafood.

Selain telah memiliki label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), hal lain yang menjadi daya tarik konsumen untuk menikmati menu Bakso Gibrass adalah sederet daftar menu berbahan dasar bakso. Mulai dari burger bakso, mie goreng bakso dan nasi goreng bakso yang patut dicoba.

“Segmen market kita luas, meski identik dengan Bakso Gibrass yang kata orang jawa ini pedas, tapi juga kita sediakan bakso yang tidak pedas cocok untuk anak- anak dengan harga ekonomis mulai dari 13 ribuan,” tuturnya.

Bakso maerupakan jenis makanan yang tidak pernah bosan disantap dan mayoritas penduduk Indonesia menyukai jenis makanan berbahan dasar daging, tepung dan kaldu. Karenanya peluang usaha kuline bakso sendiri masih segar dinikmati.

Adapun untuk nilai investasi bisnis kemitraan Bakso Gibrass, nominalnya mulai Rp 100 juta termasuk bahan baku awal, promo, training, pendampingan, peralatan keculai di luar biaya renovasi dan sewa lokasi.

“5 tahun pertama di Bakso Gibrass tidak ada royalty, marginnya 50% dari omzet, misalkan omzet 70 juta keuntungan yang didapatkan mitra bisa mencapai 35 juta,” tandasnya.

Kedepan selain ditargetkan akan menambah 30 cabang di 2018, Agung mengungkapakan jika di bulan Maret, pihaknya tengah siap melakukan grand opening 2-3 cabang di Jawa Timur. “100 outlet kita targetkan tumbuh di 2018.  Tapi tentunya kita juga kan lebih fokus pada outlet yang sudah ada untuk ditingkatkan lagi managementnya, pelayanannya, inovasinya, pemanfaatan digital juga,” tutupnya.