Bisnis besutan suami istri (Jalal Abdul Nasir dan Temmy Wahyuni) ini pertama kali berdiri pada 2011 lalu dengan pemasaran melalui distributor dan agen. Kemudian di awal 2018, merek ini mulai mendirikan outlet pertamanya yang disebut Nibras House.

Saat ini, sedikitnya sudah ada 70 outlet Nibras House yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, semuanya milik distributor dan juga agen.

“Secara kepemilikan, outlet tersebut milik distributor. Cuma layoutnya, sistemnya, desainnya itu semua dari pusat. Kalau karyawan dari distributor juga,” ujar CEO Nibras, Zaki saat dihubungi wartawan Franchiseglobal.com via telepon, Rabu (9/1/2019).

Nibras House terdiri dari beberapa level yakni Nibras House Maxi, Nibras House Midi dan Nibras House Mini. Level ini berdasarkan ukuran luas toko dan juga level distributornya.

“Kalau distributor bisa mendirikan Nibras House Maxi dan Nibras House Midi, tergantung luasnya saja. Tapi kalau agen hanya bisa mendirikan Nibras House Mini,” katanya.

Menurut Zaki, ada 4 brand yang dijual di bawah naungan Nibras Group yakni Nibras, Alnita, Hai Hai dan Nibras Hijab. Masing-masing brand memiliki nilai investasi yang berbeda-beda untuk calon distributor yang ingin bergabung. Untuk Nibras Rp100 juta, Alnita dan Hai Hai Rp75 juta, sementara Nibras Hijab Rp40 juta.

“Kalau mereka mau ambil 4 brand sekaligus kita negotiable. Biasanya di angka Rp150 juga sampai Rp200 jutaan,” kata dia.

Sementara bagi distributor yang ingin langsung mendirikan outlet Nibras House, nilai investasinya sekitar Rp400 juta sampai Rp500 juta untuk yang level Nibras House Maxi dan sudah dapat 4 brand sekaligus. Nilai tersebut diluar biaya tempat dan sebagainya.

Perkiraan omset yang bisa didapat distributor dalam sebulan, kata Zaki, bisa mencapai rata-rata sekitar Rp12 miliar.

“Jadi menurut saya, Nibras ini peluangnya sangat besar karena market untuk busana muslim ini sangat besar. Meski pemainnya cukup banyak, tapi yang mengisi baru belasan persen dari total market. Jadi saya lihat peluangnya masih sangat besar untuk mengembangkan pasar,” jelasnya.

Zaki menargetkan, sampai akhir tahun 2019 nanti, total outlet Nibras bisa mencapai 250 outlet. Hal ini cukup masuk akal mengingat sambutan dari para distributor dan agen yang menurut dia sangat luar biasa. [ded]