Franchiseglobal.com – Hadir di Malaysia International Retail & Franchise Exhibition 2019 Franchiseglobal.com mencoba mengulas beberapa bisnis asal Malaysia yang ditawarkan di sana. Ulasan ini tentunya bisa menjadi refrensi pembaca bila hendak membawa bisnis luar negeri ke Indonesia.

Salahsatunya Jamaica Blue Fine Coffees, brand asal Malaysia yang berdiri sejak tahun 2014. Pada pemulaannya brand ini mengawali dengan 3 gerai miliki internal selama 2 tahun. Jamaica Coffee memiliki prinsip bukan bisnis yang asal cakap jalan, tetapi dengan management yang baik. Alhasil seluruh menu Jamaica diterima masyarakat.

“Sebab penting kita tahu respon market produk kita. Jangan sampai sebagaimana kita lihat merk lain yang lahir tiba- tiba langsung membuka peluang bisnis namun akhirnya tutup karena marketnya tidak diterima. Alhasil yang susah siapa, ya franchisee,” kata Teo Tien Su, Executive Director Operations & Business Development Jamaica Blue Fine Coffees kepada Franchiseglobal.com di pameran MIRF, Sabtu, (20/7/2019).

Hingga di tahun 2017 barulah Jamaica Blue Fine Coffees memulai franchisenya, hingga kini sudah hadir 9 outlet. Adapun target di tahun 2019 ini dapat membuka kembali 8 outlet baru. Sehingga diharapkan brand ini dapat berkembang maju, bahkan dapat berekspansi hingga ke Indonesia.

“Kita melihat kopi ini banyak sekali penggemarnya, sehingga kopi tidak akan pernah mati. Meskipun di Malaysia lebih mengenal minuman teh, tetapi menurut saya teh saat ini tak lagi menjadi teh melainkan menjadi manisan, karena rasanya hanya manis dan hilang rasa tehnya,” ujarnya.

Testimonial konsumen pun terhadap produk Jamaica Blue Fine Coffees baik, lantaran rasa yang enak dan diterima secara meluas. Selain coffee Jamaica Blue Fine juga menyediakan menu makanan yang tak kalah enak, kelebihannya adalah keunikan menu tersebut. Inovasi- inovasi manu akan hadir direfresh dalam waktu se tahun dua kali.

“Tagline kami adalah ‘Fine Coffee’, nah kita melihat Malaysia dengan jumlah penduduk 31 juta saja diterima dengan baik, bagaimana dengan Indonesia yang jumlah penduduknya lebih banyak. Nah kita bayangkan bagaimana brand kita ini ada di Indonesia, pasti sangat berpotensi besar sekali,” tuturnya.

Untuk strateginya ke depan Jamaica Blue Fine Coffees dalam ekspansi ke Indonesia mengharapkan akan ada master franchise perwakilan negara Indonesia. Tetapi untuk menuju ke sana Jamaica masih dalam tahap survey dan mempelajarinya lebih dalam.

“Untuk saat ini satu unit franchise memiliki nilai investasi bergantung pada konsepnya, ada kios nilainya 400 ribu ringgit dan Rusto (besar) dengan nilai 500- 550 ribu ringgit. Adapun kos terbesar ada pada biaya renovasi kios. Adapun BEP nya dalam masa 3- 3,5 tahun di Malaysia hal ini tergantung dengan progress penjualan,” ujarnya.

Generasi muda Indonesia memang suka dengan produk- produk import, salahsatunya dengan hadirnya berbagai jenis produk coffee. Sehingga Jamaica Blue Fine Coffee optimis dapat merambah pasar Indonesia.