Produsen es krim asal Italia yang kini tengah melakukan perluasan jaringan bisnis di Indonesia, Delicato Gelato, terus melakukan langkah strategis guna semakin memperbanyak jumlah gerai yang dimiliki. Terbaru, brand yang telah berdiri sejak 1878 tersebut turut serta dalam pagelaran Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) 2019 pekan lalu di JCC Senayan, Jakarta.

Ditemui Redaksi, Alberto, ekspatriat asal italia yang datang khusus untuk menangani brand ini menyebut, pihaknya memang tengah mengincar pangsa pasar Indonesia yang cukup potensial. Terlebih, Indonesia merupakan negara tropis plus pertumbuhan kelas menengah yang sedang dalam masa puncak.

“Kami masuk kesini dengan menyasar market kalangan low to middle. Artinya, kami menghadirkan es krim gelato yang ramah dikantong konsumen. Jika selama ini di Indonesia es krim berjenis gelato itu berharga mahal, maka kami di Delicato menghadirkan konsep baru,” ujarnya, Minggu (15/9).

Selain menawarkan cita rasa lezat, Alberto memasitikan bahwa es skrim besutan perusahaannya sangat sehat untuk dikonsumsi semua kalangan, baik anak-anak maupun orang dewasa. Sebab, Delicato selalu menggunakan bahan-bahan berkualitas, segar, dan tanpa bahan pengawet.

“Kami buat es krim ini benar-benar dari nol. Semua bahan yang kami gunakan alami dan racik sendiri, mulai dari gula, susu, krim dan sebagainya, jadi aman,” ungkapnya.

Dia juga menginfokan jika brand Delicato merupakan usaha dengan resep turun-temurun yang sudah melegenda di Tanah Italia selama ratusan tahun. Untuk itu, soal kualitas produk tidak perlu diragukan lagi. Hal tersebut dibuktikan dengan 128 outlet Delicato yang telah berdiri di negeri asal pizza itu.

Di Indonesia, Delicato di sebut Alberto telah hadir di beberapa lokasi, seperti di Cilandak Town Square, Kemang, Kuningan City, Pondok Indah, serta beberapa daerah lainnya.

“Kami tidak mengijinkan mitra untuk buka gerai di mall-mall, kecuali jika mereka buka di food court-nya. Karena kami pernah buka di mall, di gerai yang bukan food court, dalam enam bulan sudah tutup. Untuk itu kami mengarahkan ke areal makan, atau food court,” tegasnya.

Dari sisi kerjasama bisnis, bos yang senegara dengan Alessandro Del Piero itu mengatakan bahwa nilai investasi yang ditawarkan pihaknya dimulai dari angka Rp150 juta. Nantinya, investor akan mendapatkan normal gelato shop (booth), show case, peralatan, dan bahan baku es krim 50 kilogram.  Terkhusus bahan baku, Alberto menyebut satu kilogram es krim bisa digunakan untuk 20 cup.

“Kami yang akan mengelola usaha anda. Tidak ada manajemen fee. BEP [break event point] enam bulan sudah balik modal. Untuk omset rata-rata gerai kami bisa menghasilkan Rp75 juta perbulan dengan margin keuntungan sekitar 25% atau Rp18 juta,” jelasnya.

Untuk diketahui, minimal lahan yang dibutuhkan untuk bergabung dengan bisnis ini adalah 2x2 meter, serta 5x3 meter. Nantinya, lahan tersebut akan disurvei oleh tim pusat Delicato dan dilakukan pemetaan lokasi penjualan berdasarkan sisi marketing.