Franchiseglobal.com - Bisnis kuliner masih menjadi primadona sepanjang tahun 2019. Hal itu juga dipandang oleh merk usaha Lakoe Desserts yang telah hadir meramaikan bisnis happening Boba sejak 31 Maret 2016. Berjalannya waktu Lakoe Desert diterima masyarakat luas khususnya segmen menengah dan menengah ke bawah.

Muhamad Arief Maulana selaku Founder Lakoe Desserts mengatakan luasnya pasar yang dihadapi, Lakoe tetap fokus untuk melayani penuh segmen market terluas di Indonesia di kalangan middle. Tentunya dengan menghadirkan keunggulan menu yang tidak banyak dimiliki oleh merk lainnya, menu unggulan itu yakni Bubble Drink dan Silky Pudding.

"Dari dua menu tersebut bisa kita satukan menjadi menu Silky Drink, di sini banyak kompetitor yang tidak memiliki produk ini. Kebanyakan kita lihat Silky Puding dan Silky Drink ini hanya ada di mall- mall, namun Lakoe Desserts bisa menghadirkan itu. Artinya produk kita ini rasa kelas mall tetapi harganya untuk kalangan menengah," katanya kepada Franchiseglobal.com di Kopimana 27, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu, (21/12/2019).

Untuk meyakinkan konsumen pun, merk usaha di bawah naungan PT. Sedenget Jadi Berkah ini telah mengantongi sertifikat dari LPOM untuk pengawasan kelayakan minuman dan juga telah mendapatkan sertifikat halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia). Artinya dilihat dari kompetitor yang ada, didapatkan produknya belum memiliki jaminan tersebut bahkan sekelas produk di mall yang sertifikat kehalalannya masih dipertanyakan.

Arief menjelaskan Lakoe Desserts hadir dengan konsep ruko modern minimalis dengan luasan minimal 3x7 m2, konsep ini tentu sangat sesuai dengan kaum milenial. Cabang- cabangnya pun sudah menyapa konsumen sejak 3 tahun lalu dengan total 7 cabang di bawah manajemen pusat.

Kini di tahun 2019, Lakoe Desserts memulai ekspansi bisnisnya dengan kehadirannya di pameran franchise terbesar di Indonesia yakni Franchise License & Expo Indonesia (FLEI) 2019. Alhasil Lakoe kini telah memiliki 13 outlet di antaranya di Jagakarsa, Pamulang, Bintaro, Rempoa, Cidodol, Kebayoran Lama, Ciracas, Ciputat dan lainnya.

"Franchise kita memang masih dibangun secara semi idealis, kita tidak ingin orang yang telah menginvestasikan uangnya kepada kita mereka merasa rugi. Kita ingin outlet yang ada bisa berjalan sesuai target sales minimal Rp1,5 juta perhari," katanya.

Ada 3 konsep bisnis yang dijalankan dan menjadi peluang besar bagi calon investor. Pertama,  full di bawah manajemen Lakoe, ke dua konsep syariah di mana investor menginvestasikan uangnya ke manajemen Lakoe dengan membuat outlet namun manajemen Lakoe yang menjalankan kemudian bagi hasil 60% investor 40% manajemen Lakoe dan konsep selanjutnya kelas mandiri yaitu franchisee menjalankan bisnis sendiri dibawah pengawasan Lakoe pusat secara full.

"Semuanya memiliki nilai investasi yang sama di angka Rp125 juta dengan jangka waktu kerjasama selama 5 tahun, dengan estimasi BEP 12- 13 bulan. Benefit yang didapat, mitra tinggal langsung berjualan karena sebelumnya kita lakukan training, selanjutnya sudah disiapkan outletnya, peralatan, manajemen, system, SDM dan promosinya. Nilai ini tentu di luar sewa tempat," tuturnya.

Selanjutnya mitra melakukan jual beli bahan baku yang diharuskan membeli dari Lakoe pusat. Untuk suplainya terjadwal 2x dalam seminggu yakni di hari Jumat dan Selasa, pertimbangannya adalah Selasa sehabis weekend pasti bahan baku habis dan Jumat sebelum weekend.

"Selanjutnya kita lakukan monitoring di setiap outletnya, Supervisor nanti yang akan mengecek dari segi operasional, layanan, sales dan quality produknya. Sehingga berjalan sesuai SOP, kemudian jika di suatu ouetlet ada hambatan maka pusat akan berupaya mencarikan solusinya," ungkap Arief.

Tidak cukup sampai di situ, manajemen Lakoe pun terus berupaya meluncurkan inovasi- inovasi baru utamanya menu. Dalam waktu dekat akan dihadirkan minuman panas, yang sesuai dengan cuaca musim hujan.

Tahun 2020, Lakoe Desserts siap untuk tancap gas melakukan ekspansi di mana targetnya sebanyak 50 outlet dapat dicapai dengan persentase 30- 40% milik sendiri dan sisanya franchise. "Harapannya Lakoe bisa menjadi saluran rezeki bagi yang lain dan dapat dinikmati oleh semua kalangan," tutupnya.