Waralaba Kopitiam dengan brand Kopi Oey, kembali memperkuat jaringan bisnisnya dengan membuka gerai baru. Sedikit berbeda dengan gerai-gerai Kopi Oey sebelumnya, kali ini kedai kopi yang dibesut oleh pakar kuliner—Bondan Winarno itu memilih office building sebagai pelabuhan teranyarnya. Tak main-main, Centennial Tower di bilangan Gatot Subroto Jakarta Selatan menjadi lokasi beroperasinya gerai Kopi Oey ke-44.

Kendati hadir sebagai kedai kopi bernuansa vintage, namun tak membuat Kopi Oey memandang sebelah mata specific location yang potensial seperti area perkantoran di pusat Jakarta. Terlebih market ini sudah digarap terlebih dulu oleh merek coffee shop kenamaan internasional dan lokal. Praktis dibukanya gerai teranyar Kopi Oey ini, turut meramaikan merek-merek kedai kopi yang eksis di gedung-gedung perkantoran.

Agar lebih sesuai dengan segmen kaum eksekutif yang menjadi target market waralaba Kopitiam ini. Gerai ke-44 di Centennial Tower tersebut menyematkan label ‘Prijaji’ (priyayi) di belakang brand Kopi Oey. Seperti diketahui, priyayi adalah kelas sosial untuk kaum bangsawan pada masyarakat Jawa di era kerajaan silam. Hingga zaman kolonial, priyayi kerap diidentikan untuk golongan masyarakat kelas atas dan keturunan darah biru.

Sehingga waralaba Kopitiam yang memang kental dengan nuansa tempo doloe-nya itu menggunakan brand Kopi Oey Prijaji di gerai teranyarnya tersebut.

Menurut Wasis Gunarto, CEO Kopi Oey, potensi dari bisnis kedai kopi yang merambah specific location (non-mall) cukup menjanjikan. Hal ini bisa terlihat dari tren di masyarakat yang menggandrungi kedai kopi sebagai lokasi meet point favorit. Kendati lebih banyak gerai coffee shop modern yang mewarnai gedung-gedung pencakar langit Jakarta, namun Wasis optimis jika Kopi Oey juga dapat bersanding dengan kedai kopi kenamaan lainnya.

“Beberapa gerai kami juga sudah ada yang eksis di pusat perbelanjaan, airport, jaringan hotel dan apartemen. Sebelumnya Kopi Oey juga sudah masuk di Fave Hotel Margonda Depok. Prinsipnya kalo kami di traffic, kami perkuat di seating capacity dan nuansa vintage yang menjadi keunggulan kami,” terang Wasis kepada FranchiseGlobal.com.

Lebih lanjut, Kopi Oey yang mengusung menu-menu tradisional melayu Nusantara, bisa jadi pembeda dari brand kedai kopi lainnya yang lebih menyematkan konsep modern. Sesuai dengan tagline-nya, “Koffie Mantep, Harganja Djoedjoer”, waralaba Kopitiam ini tetap berjalan sesuai dengan core bisnis yang sudah digaungkan sejak awal, yaitu kedai kopi yang menjangkau segmen keluarga dari berbagai kalangan. (adv)