Bisnis fashion banyak digeluti oleh para pengusaha saat ini karena komoditi tekstil tidak pernah surut sepanjang waktu. Bahkan beberapa pengusaha pemula mengawali kiprahnya di jalur perniagaan lewat berbisnis sandang. Pangsa pasarnya yang luas dan tidak ada tenggat kadaluarsa dalam setiap produknya , menjadi salah satu faktor banyak pihak kepincut untuk terjun di bisnis ini.

Tak salah jika produsen sandang kenamaan seperti Carvil, rela turun gunung menyasar sektor ritel untuk menjaring calon investor potensial. Sejak 2011 bisnis fesyen ini membuka konsep Jaringan toko “Carvil Retail Store” yang menjual langsung produk ke end user, baik itu dengan membuka toko sendiri maupun dengan pola kemitraan / franchise.

Lewat konsep kemitraan ini pun, bisnis fashion Carvil cukup sukses mengembangkan toko-toko ritelnya hingga ke berbagai daerah di Indonesia. Kendati brand Carvil sangat identik dengan produk alas kaki, sepatu dan komoditi footwear lainnya, namun dalam 10 tahun terakhir Carvil mulai merambah diversifikasi produk dengan meluncurkan produk fesyen seperti; celana jeans, jaket, kaos, kemeja dan produk tekstil lainnya.

Untuk itu bagi anda yang pernah mengunjungi toko ritel Carvil, bukan hanya deretan produk alas kaki saja yang menghiasi rak-rak toko, namun juga disuguhkan komoditi fashion hasil produksi Carvil lainnya.

“Sebenarnya, kami sudah merambah fashion sejak 10 tahun lalu dengan memproduksi celana jeans dan dipasarkan lewat modern market. Namun dalam setahun terakhir, kita mulai concern menggarap fashion karena pasarnya memang cukup baik,” ujar Jenny Sugijantoro, Deputy General Manager Carvil.

Lebih lanjut, kondisi ini tentu bisa menambah daya tarik konsumen yang mengunjungi gerai-gerai Carvil untuk mendapatkan produk fashion yang dibutuhkan. Hal itu juga bisa bergaris lurus dengan peningkatan omzet karena kuantitas pembelian bisa meningkat dalam setiap transaksinya. Selain itu, untuk menjaga loyalitas konsumen, Carvil juga kerap melakukan inovasi dengan meluncurkan produk baru setiap periode tertentu.

Seperti baru-baru ini, bisnis fashion Carvil meluncurkan produk backpack atau tas punggung yang didesain khusus bagi para penikmat musik. Maksudnya khusus untuk penikmat musik, karena tas backpack ini didesain memiliki eraphone khusus yang tersambung di tas tersebut. Sehingga, kata Jenny, para konsumen dapat menengarkan musik tanpa repot memegang handphonenya.

“Terlebih bagi para pengguna motor bisa mendengarkan musik saat berkendara, sehingga Hp nya pun aman karena berada di dalam tas,” katanya kepada FranchiseGlobal.com. Dengan banderol harga yang cukup kompetitif, tentu produk-produk Carvil sangat menarik untuk didapatkan oleh konsumen selain karena kualitas produknya sudah teruji oleh zaman.

Jenny menjelaskan ada beberapa keuntungan bermitra kepada CARVIL diantaranya ialah CARVIL merupakan barand yang sudah terkenal dan memiliki pasar terbuka luas dengan investasi ringan dan terjangkau yakni 135 juta (1 ruko/kios luas 70m2) dan 145 juta (2 ruko/kios luas 120m2) diluar bangunan. “Pasti laku dan untung. Kita juga tanpa franchise fee, royalty fee dan biaya perizinan lainnya,” tutupnya. (adv)

Untuk informasi lebih lengkap mengenai investasi, syarat bermitra, usulan lokasi dan lain-lain, sila Klik Waralaba Carvil. atau isi form dibawah ini