Waralaba Pecel Lele Lela adalah salah satu bisnis kuliner resto yang menawarkan menu makanan yang sudah umum dijajakan di pinggir jalan, namun disajikan dengan cita rasa restoran dan dengan harga yang bersahabat bagi semua kalangan. Bagi anda yang belum pernah menyambangi outlet Pecel Lele Lela mungkin memiliki gambaran hanya tersedia menu pecel lele yang jamak ditemui di warung tenda pinggir jalan, namun ditangan seorang pengusaha bertangan dingin, image tersebut dapat diubah dan menjadi sebuah hidangan yang menggugah selera banyak orang.

Pengusaha itu bernama Rangga Umara, founder dan dalang dibalik kesuksesan Waralaba Pecel Lele Lela. Mengawali bisnisnya pada 2006, Rangga setahap demi setahap membangun kerajaan bisnisnya hingga dapat menjadi pemimpin pasar sekaligus brand nasional resto pecel lele modern. Total sudah beroperasi lebih dari 80 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kita pionir bisnis pecel lele skala resto, kalo produk lele yang biasa cuma digoreng. Kita menu lelenya bisa diolah dengan macam-macam bumbu. Pecel Lele Lela juga menyediakan Menu lain seperti Ayam bakar, dan olahan bebek. Tujuannya tentu untuk memenuhi kebutuhan customer yang datang ke outlet kita,” kata pengusaha dengan gelar ilmu komunikasi itu.

Dari keseluruhan total gerai yang telah beroperasi, sebagian besarnya dimiliki oleh para mitra atau franchisee, sisanya kemudian baru dikelola oleh pusat. Guna menunjang operasional bisnis outlet milik mitra, pihak Waralaba Pecel Lele Lela sebagai franchisor memberikan support bisnis, manajemen, hingga pengontrolan agar perkembangan bisnis pada setiap outletnya bisa berjalan seirama dan sesuai dengan standar operasional prosedur yang sudah ditetapkan.

“Bisnis franchise adalah bisnis experience, jadi kami memberikan support dan sistem yang sudah teruji berdasarkan pengalaman kami selama delapan tahun di bisnis kuliner ini. Salah satunya kami memiliki sistem controling bernama “Mba Lela” (Manajemen of Bisnis Asisten Pecel Lele Lela). Sistem ini yang kami kembangkan secara IT untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan, guna membantu mitra dari sisi manajemen berdasarkan data,” papar Rangga.

Selain itu ada juga program support lain yang diberi nama STMJ2 (Sistem Telekomunikasi dan Monitoring Jarak Jauh). Yaitu program komunikasi antara pusat dengan cabang tanpa dibatasi dengan jarak dan waktu menggunakan pola video call atau teleconference. Dengan menggunakan sistem ini, franchisor dapat menyentuh langsung sisi operasional cabang outlet dengan berkomunikasi atau mentraining para manajer outlet tersebut.

“Tujuan ada aplikasi ini untuk mendukung sistem administrasi, jadi cabang harus menginput data penjualan dan pengeluaran setiap harinya. Jadi kita bisa analisis berdasarkan data, apakah rugi atau untung, jika rugi kita bisa beri support atau strategi bisnis sebagai sebuah solusi. Intinya cabang harus merasakan kehadiran kami,” pungkas Rangga.

Waralaba Pecel Lele Lela membuka peluang usaha bagi calon mitra yang berminat untuk bekerjasama. Jika anda tertarik, siapkan investasi berkisar antara Rp600 juta sampai Rp700 juta untuk bisa bermitra dengan bisnis yang berpusat di wilayah Kalimalang Bekasi, tersebut. Pecel Lele Lela banyak diapresiasi oleh banyak orang karena bisnis ini bergerak tidak hanya sekedar di bidang makanan saja, tetapi berusaha membangun sebuah perusahaan atau korporasi yang memiliki visi jangka panjang. (adv)

Anda tertarik? Klik Waralaba Pecel Lele Lela untuk mengetahui info lebih lanjut.

(Heksa R.P)