Ice Manias menyajikan inovasi dan diferensiasi yang sangat berbeda dengan bisnis es krim pada umumnya. Jika biasanya kita hanya diberikan senyum tipis oleh si penjaja es krim atau malah tatapan hambar –mungkin karena sudah lelah menjajakan seharian- Ice Manias memberikan nilai lebih dari sebuah es krim.

Boleh dibilang Ice Manias adalah bisnis es krim anti mainstream. Pasalnya, Ice Manias tidak hanya menawarkan produk variatif dan lezat tentunya. Akan tetapi juga membumbui bisnisnya dengan memamerkan “atraksi” yang menghibur pada saat memproses pesanan konsumennya.

Atraksi dimulai satu detik sejak es krim Anda pesan. Sang penjaja es krim kemudian mulai memamerkan keahliannya. Dimulai dari bahan baku berbentuk cair yang dituang ke atas loyang kemudian dicacah hingga halus. Sama seperti menggoreng, namun disamping menggunakan minyak panas, Ice Manias memanfaatkan loyang dingin. Es krim lalu digulung seperti layaknya risoles, diberi toping yang hasilnya pun bisa berbeda-beda, karena setiap pembeli bisa memilih topping mereka sendiri. Sehingga pembeli tidak akan bosan dengan satu rasa saja.

Ice Manias tidak berhenti pada atraksi yang menghibur semata. Merek asal Thailand ini juga memiliki keunggulan dalam varian rasa. Menurut Ricky Fernando, Master Franchice Ice Manias Indonesia, konsumen dapat membeli es krim sesuai keinginan mereka dengan lebih dari 3000 kemungkinan kombinasi rasa, topping, dan saus. Wow!

Atraksi dan varian rasa yang ditawarkan Ice Manias pun sudah teruji oleh waktu. Speetti dituturkan oleh Ricky, Ice Manias sendiri sudah berdiri sejak tahun 2011 silam di Thailand. Di negara asalnya tersebut, merek ini sudah berkembang menjadi ratusan outlet.

“Oleh karenanya, saya optimis Ice Manias bisa berkembang juga di Indonesia. Sejak setahun yang lalu saya membawa merek ini ke sini, respon masyarakat sangat bagus. Buktinya, sudah belasan cabang yang tersebar di beberapa kota seperti Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Medan, Samarinda, Manado, dan lain sebagainya,” papar Ricky.

Berapa nilai investasi untuk menjadi mitra? “Harga satu stall (tidak termasuk kulkas dan TV) Rp 215 juta, annual fee (untuk annual fee pertama gratis. Tahun kedua sampai kelima flat Rp 20 juta/tahun. Tahun selanjutnya disesuaikan), harga bahan baku (termasuk cup dan sendok di luar ongkir luar Surabaya) Rp 11 ribu. Kontrak selama lima tahun dan setelah habis bisa diperpanjang tanpa perlu membayar senilai investasi awal, hanya annual fee yang naik,” tukas Ricky.

Dari nilai investasi tersebut, mitra mendapatkan:  standar equipment, mesin 2 pan (jika kontrak tidak diperpanjang maka mesin dikembalikan kepada pihak Ice Manias), garansi mesin 1 tahun (tidak termasuk akomodasi), komputer, software, dan cash drawer, celemek 4 set, training SDM, dan promotion support.

Sedangkan untuk lokasi yang disarankan oleh Ricky yaitu lokasi dapat berada di Shopping Mal (pusat perbelanjaan), Food Court, atau lokasi yang dalam 1 jam trafic-nya sekitar 100 orang.

Ice Manias begitu potensial, bukan? Silahkan isi form aplikasi di bawah ini untuk menghubungi franchisor.