Aktifitas fisik berupa renang pada anak-anak memiliki banyak manfaat untuk kembang tumbuhnya.  

Tak perlu menunggu hingga anak masuk sekolah untuk mengenalkannya pada olahraga renang. Sebelum  usia setahun sebenarnya anak sudah bisa diajak berenang,  meski gerakannya tak sama dengan orang dewasa.

Seperti apa geliat usaha kursus renang anak menjalankan usahanya?.  Kepada plasafranchise.com Riandi Ridwan, pemilik brand Waralaba Anak Air Swim School mengemukakan, ketika belajar renang, orang yang belum bisa sama sekali akan diajarkan teknik mendasar terlebih dahulu. Di antaranya, kata Riandi teknik bernapas saat berenang, mengapung, dan meluncur.

Lanjut Riandi, teknik bernapas saat berenang, juga menjadi bagian dari kurikulum yang pelajari dan mesti dikuasai agar air tidak masuk melalui hidung. Tidak hanya itu,  kata Riadi,  peserta kursus juga diharuskan dapat mengapung untuk menjaga  keseimbangan tubuh saat berada di dalam air, setelah itu, barulah mempelajari teknik meluncur.

"Pada 2017 kami melakukan terobosan baru untuk kurikulum agar menjadi lebih efektif dan variatif bagi anak didik," kata Riandi. Dikatakan Riandi, tidak hanya kurikulum, Anak Air Swim School juga mempersiapkan pengajar renang, setiap outlet Anak Air, Riandi memperkerjakan 12 instruktur,   semuanya bekerja paruh waktu karena rata-rata merupakan mahasiswa atau atlet renang, yang sebelumnya oleh Anak  telah diberi pelatihan selama dua minggu.

“Setiap pelatih atau instruktur telah dibekali keterampilan,  tetapi juga harus punya pemahaman mengajarkan renang pada anak,” sebutnya.  Riandi menambahkan, tiap cabang Anak Air mengajarkan sekitar 100 anak per hari, dengan hitungan potensi laba bersih yang dapat diperoleh  percabang Anak Air Swim School mencapai  40 persen  dari omzet rerata per cabang mencapai  125 juta hinggga 250 juta Rupiah perbulan.

Dikatakan Riandi,  biaya yang dikenakan untuk tiap anak di masing-masing cabang berbeda-beda, untuk cabang Pondok Indah berkisar  Rp 460.000–Rp 875.000 untuk empat kali pertemuan. Adapun biaya kursus untuk delapan kali pertemuan ada di kisaran Rp 880.000–Rp 1,6 juta per anak.

Biaya itu tergantung pada kelas yang diambil. Anak Air juga memungut biaya administrasi sebesar Rp 175.000 per anak. Kolam kemudian direnovasi dan didekorasi sesuai dengan ambience yang diinginkan. Pemilik juga perlu menyiapkan perlengkapan renang,  seperti pelampung tangan atau ban. Persiapan ini bisa memakan waktu hingga tiga bulan.

Klik Waralaba Anak Air untuk informasi investasi, franchise dan info lengkap lainnya