Tidak banyak merek bisnis kuliner besutan orang Indonesia yang mampu menaklukan indutri franchise negara lain. Oleh karenanya, bilamana ada merek yang mampu melakukan itu, boleh dikatakan jika merek tersebut bukanlah merek sembarangan. Salah satu merek yang mampu menaklukan sengitnya kompetisi kuliner di negara lain adalah D’Pengetz. Bukan hanya satu negara, melainkan mampu eksis di empat negara sekaligus dengan total 45 outlet.

Adalah Singapura, Brunei, Malaysia, dan Indonesia yang menjadi saksi betapa penetratifnya merek asal singapura yang digawangi oleh keturunan asli Indonesia tersebut. Untuk Malaysia akan ekspansi ke Penang, Kuantan, Melaka, Sabah dan Serawak. Untuk Negara baru, sedang dalam tahap diskusi dengan beberapa pihak yang berminat seperti Dubai, Jeddah dan Mekkah. Sedangkan Australia dan Myanmar juga telah mengekspresikan minatnya.

Namun untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat Indonesia, Edy Ongkowidjaya, owner D’Penyetz memaparkan, targetnya dalam waktu ke depan adalah menaklukkan sengitnya persaingan di Indonesia. Lebih lanjut ia menjelaskan, target untuk wilayah Indonesia tahun ini lebih ke Jabodetabek dan Kalimantan dan untuk kota-kota lainnya di tahun depan. “Untuk Jabodetabek targe t8 mitra.Dan untuk luar propinsi 2 saja,” ulas Edy.

D’Penyetz juga menawarkan konsep Master Franchise untuk Propinsi. Nah, terkait konsep tersebut, Edy mengungkapkan, syaratnya diharuskan adanya minimal jumlah outlet yang wajib dibuka dalam waktu 2 tahun. Dan untuk kategori ini, akan diberikan potongan khusus untuk ekspansi outlet kedua dan seterusnya. Ini dikarenakan D’Penyetz mengetahui diperlukannya cashflow/modal yang besar untuk mencapai jumlah minimal outlet yang harus dibuka dalam 2 tahun nanti.

Sedangkan untuk support, mitra tidak perlu khawatir. Sebab, terkadang ada kendala di mana rempah yang biasa dipakai tidak sama. Contoh seperti asam medan yang lebih bagus dipakai untuk sayur asam dibanding asam jawa. “Jadi kami akan bantu kirimkan dari Jakarta. Demikian juga dengan beberapa peralatan dapur. Itu kadang ada Lisensi yang tidak mau repot jadi dikirim lewat cargo dari Jakarta. Secara cost juga di daerah lebih mahal. Jadi setelah dihitung hitung, jatuhnya sama,” jelas Edy.

Bagi anda yang tertarik bergabung dengan jaringan bisnis yang sudah terbukti penetratif ini, siapkan modal mulai dari Rp 200 jutaan untuk konsep foodcourt dan konsep restaurant. Meski demikian, nilai tersebut bisa saja bertambah atau berkurang tergantung ukuran dan juga banyak faktor lainnya seperti apakah lokasinya ruko atau foodcourt, atau di dalam Mall, dan apakah sebelumnya juga restoran, jadi tidak perlu exhaust equipment misalnya kipas, greasetrap dan lain-lain.

Untuk lebih jelasnya, silahkan kunjungi D’Penyetz atau isi form di bawah ini untuk berinteraksi langsung dengan franchisor.