Sifat universal akan kebutuhan air bersih telah melahirkan banyak pengusaha penyuplai air minum dengan berbagai brand. Namun harus diakui, tidak banyak brand yang diakui masyarakat sebagai brand dengan produk berkualitas baik. Kasus air minum isi ulang yang tercemar bakteri adalah salah satu contoh kasus yang muncul akibat kurang pekanya pengusaha supplier air minum atas sanitasi dan kualitas produknya serta hanya mementingkan untung cepat semata.

Namun, sebagai usaha yang berkomitmen pada kepuasan pelanggan, Depo Air Minum Biru yakin bahwa untung justru datang saat kualitas dijaga secara maksimal. Hal ini dibuktikan dari ramainya setiap gerai Depo Air Minum Biru di setiap daerah. Seperti depo di kawasan Jl. Patriot, Bekasi

Ketika disambangi, depo di kawasan Bekasi tersebut silih berganti dikunjungi konsumennya. Bayu, seorang konsumen yang berasal dari kawasan tersebut menuturkan, ia sudah dua tahunan menjadi konsumen setia franchise Depo Air Minum Biru. Biasanya membeli air minum isi ulang Biru empat galon selama dua hari sekali.

"Saya sudah dua tahun mengonsumsi air minum isi ulang dari merek Biru. Sebab, airnya gak berubah rasanya. Tadinya saya pake merek asli, tapi kok rasanya malah lebih enak Biru. Kalau merek lain, semakin lama airnya malah berubah. Selain itu, dari segi layanan juga bagus. Di luar itu, pelayanannya juga bagus. Namun demikian, saya juga berharap semakin cepat. Karena kebanyakan outlet biru selalu ramai oleh konsumen. Salah satu contohnya adalah outlet Biru langganan saya yang juga di daerah Bekasi. Bila saya antar galon kosong jam 10 pagi, baru bisa saya ambil jam 3 sore," ungkap Bayu.

Dengan bukti berhasil mencetak pelanggan setia seperti Bayu ini, tidak diragukan lagi bahwa berbisnis dengan waralaba Depo Air Minum Biru memiliki potensi keuntungan yang sangat baik. Bisnis yang berkembang menggunakan konsep franchise ini juga memberikan jaminan dukungan berkelanjutan pada mitra-mitranya. Setidaknya ada empat poin dukungan berkelanjutan kepada mitra berupa managemen keuangan, promosi, SDM dan evaluasi usaha.

Depo Air Minum Biru juga memiliki klausul buyback yang menarik. Artinya jika si mitra macet di tengah jalan, pusat bisa membeli kembali aset bisnis. Dalam sejarah perjalanan selama 13 tahun, baru ada satu mitra yang di-buyback. Dan sebagai catatan, bukan karena tidak prospek. Akan tetapi, sang pemilik punya rutinitas bolak-balik ke luar negeri. Padahal, meskipun ditinggal sang pemilik, depo air minumnya mampu menjual rata-rata 180-an galon per hari atau mampu menghasilkan omset sekitar 6-7 juta/bulan. (Adv)

Tertarik memiliki bisnis air minum isi ulang? Silakan klik Waralaba Depo Air Minum Biru untuk info lebih lanjut atau isi form dibawah ini.

(Eza)