Penghargaan ini mengidentifikasi dan mengakui perusahaan dengan pertumbuhan terpesat di Asia yang berfokus pada pertumbuhan (Omset, laba dan saham) serta keuletan (norma, keberlanjutan dan visi terbaik).

Silvia selaku Owner Black Kebab Indonesia mengatakan melalui pengakuan ini menjadikan nilai plus bagi blackkebab. Melalui SME 100 ini juga merupakan capaian penghargaan yang ke 25 bagi Black Kebab. Tentunya sebagai prestasi luar biasa dari perusahaan yang berdiri sejak 2015 ini.

“kami sangat bahagia telah meraih penghargaan berskala internasional, pengakuan sme100.asia dari sekian banyak perusahaan ternyata Black Kebab Indonesia terpilih,” katanya kepada Franchiseglobal.com melalui sambungan telephone 24/6/2019.

 

Black Kebab sendiri telah mengikuti berbagai pameran bertaraf nasional dan internasional. Terakhir Black Kebab terpilih mewakili brand Indonesia di pameran franchise di Manila, Philipina dan mendapat respon yang luar biasa. Hal itu tentunya menjadi batu loncatan bagi Black Kebab untuk terus mengembangkan bisnisnya di wilayah Asia Tenggara.

“Kita targetkan di tahun 2020 Black Kebab dapat eksis di luar negeri di negara- negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Philipina. Bisnis di sana bentuknya kemitraan jika nanti perkembangannya baik, maka kita akan mendirikan perusahaan di sana juga untuk pergudangan atau distributor di negara tersebut,” ujarnya.

Hingga kini blackkebab telah memiliki 120 cabang, yang rata- rata berlokasi di mall dan mini café. Di bulan lalu saja telah dibuka 4 outlet di 4 kota. Berbagai inovasi rasa disajikan oleh Black kebab, antara lain ada Black Kebab Tuna, Triple Cheese, Red Salmon dan masih banyak lagi.

“Kita terus membuka kemitraan dan dari pusat tahun ini juga akan berekspansi di Surabaya.”

Terkait dengan nilai investasinya sendiri, ada 4 konsep usaha yang ditawarkan, yaitu konsep gerobak dengan nilai Rp40 juta. Lalu ada konsep booth 1 dan booth 2 dengan nilai masing-masing Rp50 juta dan Rp60 juta. Kemudian ada juga konsep island Rp80 juta. [hfz]