Waralaba Es Krim masih berpeluang tumbuh lebih pesat kedepannya, seiring rendahnya tingkat konsumsi pasar es krim di Indonesia. Potensi pasar es krim tersebut, membuat bisnis kuliner ini tak pernah sepi peminat, kini, semakin banyak pelaku usaha yang menekuni bisnis es krim, brand-brand baru pun membanjiri pasar es krim. 

Bahkan, tawaran kemitraan bisnis es krim kian menjamur.  Seperti apa peluang pasar bisnis waralaba es krim sekarang ini?. Kepada plasafranchise.com Adji Andjono, National Sales Manager & Marketing Manager Campina mengemukakan, kendati persaingan di industri bisnis es krim begitu kencang dengan diramaikan banyak pemain-pemain baru, menurut Adji hanya brand-brand besar dan yang mampu melakukan strategi inovasi produk  yang bakal bertahan.

Dikatakan Adji, seperti halnya Campina saat ini masih tetap eksis dan menjadi pilihan, karena gencar melakukan inovasi produk dan ekspansi bisnis demi meningkatkan loyalitas pelanggan serta menggaet pasar baru yang belum tersentuh di seluruh pelosok Tanah Air.

"Pasar es krim di Indonesia sekitar puluhan juta liter per tahun, yang tergarap hanya sekitar 80 persen, padahal market share es krim di Indonesia terus tumbuh sekitar 10 persen per tahun, ini menjadi peluang untuk kami memperbesar pangsa pasar," jelas Adji, Jumat (21/10).

Dikatakan Adji, untuk merebut potensi bisnis es krim yang masih sangat besar tersebut, Campina dijelaskan Adji selalu berkomitmen memberikan produk yang berkualitas kepada konsumen melalui pemantauan ketat kualitas produk, inovasi produk, pemilihan bahan baku terbaik dan proses produksi yang telah berstandar ISO.

"Sejumlah produk baru sebelumnya seperti rasa kacang hijau, kedepan akan ada rasa pisang, setiap  tahun Campina meluncurkan sekitar 5 hingga 6 varian terbaru.  Tujuannya adalah untuk menciptakan excitement kepada konsumen," ungkap Adji.

Lebih jauh, dijelaskan Adji,  Campina memiliki lebih dari 80 varian produk dari sisi bentuk dan rasa,  semua varian produk itu terdiri atas es krim untuk anak anak, dewasa, dan market khusus sesuai dengan target pasar Campina. Sedangkan rasa dasar adalah cokelat, vanilla plus stroberi yang dikombinasi dengan beragam cita rasa dan bahan lain  seperti kacang hijau, ketan hitam, durian, dan santan.

“Salah satu inovasi Campina adalah memproduksi es krim ‘LuVe Litee’ yang merupakan es krim low fat dan 100% non-dairy pertama di Indonesia. Produk  LuVe Litee menjadi pilihan utama bagi konsumen yang menjalani diet, bergaya hidup vegetarian, dan lactose intolerant,” jelas Adji.

Sementara itu, dikatakan Adji, sebelumnya campina juga telah menelurkan berbagai varian es krim berdasar kategori, seperti untuk segmen anak-anak,  Fantasy, Didi Cup, Blue Jack. Segmen remaja antara lain,  Concerto dan Tropicana. Sedangkan untuk segmen dewasa, Bazooka, Hula-Hula.

Sementara, untuk segmen keluarga, dia katakan sejumlah produk Campina diantaranya Family pack dengan berbagai rasa dan ukuran. Selain itu ditambahkannya, untuk kreativitas es krim di segmen anak-anak, Campina melakukan kerja sama dengan salah satu lisensi internasional, Nickelodeon.

Kerja sama tersebut menurut Adji,  menjadikan Campina sebagai satu-satunya pemegang lisensi produk es krim  ‘Spongebob’ dan ‘Avatar’ di Asia Tenggara. Varian produk Campina yang  ditujukan untuk anak-anak yaitu, Spongebob, Teenage Mutant Ninja Turtles, dan Blue Jack.

Klik Campina Indonesia untuk informasi franchise, waralaba, investasi, luas lokasi, BEP dan info lengkap lainnya.