Buku biografi setebal 200 halaman itu mengisahkan perjalanan hidup seorang Henry Indraguna, mulai dari kanak-kanak hingga menjadi pengusaha melalui bisnis AutoBridal dan pengacara kondang yang kerap mendampingi kasus artis-artis Tanah Air.

Melalui buku ini, di awal Bab kita sudah disuguhi penggalan kisah kehidupan kecilnya yang penuh dengan kesengsaraan. Beranjak remaja pun tak jauh berbeda. Cerita yang penuh dengan warna-warni penuh kejutan masih menjadi teman setianya. Karena kerasnya hidup, sejak SMP ia sudah mengenal kata cash-flow yang lazimnya kita temui di dunia kerja dan dunia bisnis.

Hampir separuh kehidupan yang merupakan caleg DPR RI dari Partai Perindo dapil Jawa Tengah V ini dibimbing oleh alam. Pelajaran berharga yang didapatnya adalah, bahwa hidup harus berarti dan memberi manfaat. Dan walau rekam jejaknya penuh dengan turbulensi tinggi, ia tetap berhasil keluar dari zona merah tersebut.

Buku ini terdiri dari 7 Bab yang masing-masing bertutur tentang:

BAB I ; Henry Kecil, Kemiskinan & Penuh Tempaan Hidup.  Henry yang kita kenal sekarang ternyata berada dalam sebuah keluarga yang lazimnya  kita temui di Boyolali. Konsumsi tiwul, bahkan makan sekali dalam sehari adalah hal yang biasa. Bahkan, keputusan orangtuanya untuk berpisah ketika ia berusia 4 tahun telah membentuk Henry sebagai sosok yang mandiri sejak kecil.  Ia juga sudah mampu membiayai sekolahnya sejak SMP. Tak ayal, Henry menjadi panutan dan leader di antara rekan-rekan sebayanya.

BAB II ; Remaja Miliaran Rupiah. Kemandirian yang terbangun sejak kecil, membuat Henry sangat kreatif dalam menjalani kedipuan remajanya. Di antara teman-temannya, Henry selalu menonjol dalam berbagai hal. Jiwa entrepreneurshipnya telah terbangun sejak duduk di bangku SMP. Alhasil, kreativitasnya memasuki jenjang Kuliah semakin terasah. Berbagai macam bisnis hingga menjadi professional ia lakoni. Tak tanggung-tanggung, di usianya saat itu. Ia mampu menghasilkan miliaran rupiah dalam sebulan.

BAB III ; Pertobatan dan Kado Dari Tuhan. Pundi-pundi miliaran rupiah yang berhasil diraihnya saat remaja, ternyata membius Henry. Ia menjadi Hedonis. Bahkan ketika menikah, bukan masa depan yang dibawanya, melainkan hutang ratusan juta rupiah sebagai kado pernikahannya. Di titik nadir yang memicu ajakan untuk mengakhiri hidup, ia mendapatkan cercahan cahaya Tuhan. Di sana ia menyadari, ia telah mencapai batasnya sebagai makhluk tak berdaya di hadapan Tuhan. Beruntung ia memiliki istri yang luar biasa sempurna. Puzzle yang hilang ditemukannya di diri Fangky, istrinya.

BAB IV ; Raja Franchise Car Wash. Kehidupan Henry mulai berangsur pulih dan berjalan sesuai track yang diharapkan ketika ia mendirikan bisnis salon & cuci mobil, AutoBridal®. Kreativitas dan totalitasnya ketika remaja dulu kembali membara. Ia langsung membuat gebrakan dengan melakukan promosi mencuci mal, mencuci ratusan kendaraaan di waktu bersamaan, hingga mencuci pesawat, berbagai rekor pun diraihnya. Di sinilah ia kembali menemukan jalur hidupnya.

BAB V ; Menjawab Panggilan Keadilan. Tahun demi tahun ia habisnya waktunya menjadi profesioal hingga pebisnis, ia seringkali menemukan kejadian yang berkaitan dengan masalah hukum. Belum lagi banyaknya pemberitaan di media massa tentang ketimpangan hukum antara si kaya dan si miskin. Kembalilah ia kepada kenangan saat hidup susah dulu. Dengan bisnis ia sudah mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Kini saatnya terjun ke dunia hukum untuk memberikan rasa keadilan. Hukum harus dijunjung tinggi. Bahkan ia memiliki prinsip, “kalau mau mencari kebenaran, carilah saya. Tapi kalau mau cari kemenangan, carilah pengacara lain”.

BAB VI ; Saatnya Mengabdikan Diri Melayani Rakyat. Roda kehidupan nyatanya memang berputar. Henry kemudian mendapatkan panggilan kembali ke kampung halamannya. Bukan kembali ke titik nol. Namun dengan tugas dan tanggungjawab berbeda. Kini, ia mengemban amanah untuk mengangkat kehidupan masyarakat sekitar Kabupaten Boyolali, Sukoharjo, Klaten, dan Surakarta, agar menjadi lebih layak. Dan untuk amanah tersebut, Henry telah memiliki bekal yang lebih dari cukup. Setidaknya, ia pernah merasakan pahitnya hidup yang menjadi motivasi terkuatnya untuk membantu warga sekitar agar meraih hidup yang layak.

BAB VII ; Pemimpin Itu Melayani Bukan Dilayani. Untuk dapat merubah banyak hal, seseorang wajib memiliki karakter kepemimpinan. Dan karakter tersebut sudah sangat melekat pada diri Henry sejak remaja. Cerita hidup yang membentuk dirinya untuk selalu melayani orang-orang sekitar tanpa melemahkan karakternya. Ia selalu mampu menjadi role model dan leader yang membawa orang sekitarnya tumbuh dan berkembang.

Dan akhirnya, buku setebal 200 halaman ini bukan hanya berbicara tentang Henry. Tapi kelaziman masyarakat yang kita temui berada di sekitar kita. Menangkap jejak Henry, sama saja membangun optimisme bahwa hidup bukan berada di ruang hampa. Tapi bergerak dinamis tanpa batas.

Henry mengajarkan kita banyak pesan moral yang dapat ditransformasikan menjadi nilai-nilai untuk memotivasi diri agar hidup tak hanya untuk diri sendiri, melainkan memberikan manfaat bagi orang lain.