Selain brand waralaba lokal, turut hadir pula brand waralaba dari luar negeri termasuk Indonesia, salah satunya adalah Black Kebab. Mendapat sambutan yang antusias dari warga Filipina, bisnis kebab yang bermarkas di Yogyakarta ini pun berniat untuk menjadi pelopor di negara yang dijuluki sebagai lumbung padi tersebut.

“Respon masyarakat Filipina sangat bagus. Bahkan mereka ada yang ambil tester berkali-kali. Karena di Filipina belum ada Black Kebab, makanya kami ingin menjadi pelopor,” kata owner Black Kebab, FX. Ricky Ferdinan Sutrisno dalam pesan singkatnya pada Franchiseglobal.com baru-baru ini.

Rencananya, Ricky akan membuka master franchise untuk bisnis kebab hitamnya ini di Filipina. Tujuannya, untuk mempermudah dalam hal supply bahan baku, training karyawan, pendampingan opening dan lain sebagainya.

“Kalau nanti ada yang minat kami akan buka master di Filipina,” katanya.

Terkait dengan nilai investasinya sendiri, ada 6 konsep usaha yang ditawarkan, yaitu konsep gerobak (kecil dan standard) dengan nilai masing-masing Rp35 juta dan Rp45 juta. Lalu ada konsep booth 1 dan booth 2 dengan nilai masing-masing Rp55 juta dan Rp75 juta. Kemudian ada juga konsep island Rp65 juta dan konsep branding Rp35 juta.

Dengan nilai tersebut, mitra akan dikenakan royalty fee sebesar Rp500 ribu setiap bulannya. Sementara lama BEP-nya sendiri paling lama 3 bulan dengan omset per bulannya bisa mencapai Rp31 jutaan.

Black Kebab saat ini telah memiliki 118 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. Dimana 13 outlet diantaranya adalah outlet mandiri, sementara 105 outlet lainnya milik mitra.