Kehadiran bisnis minimarket memang memberikan kemudahan bagi masyarakat yang kerap membutuhkan produk sehari-sehari mulai dari makanan, minuman, produk kebersihan, hingga barang keperluan rumah tangga lainnya. Belum lagi bisnis minimarket yang bertebaran saat ini berlomba-lomba menawarkan kenyamanan serta pelayanan yang baik demi kepuasan para pelanggannya.

Seiring berjalannya waktu, kebutuhan konsumen minimarket tersebut juga semakin meningkat berkat perkembangan gaya hidup hingga bertumbuhnya daya beli masyarakat. Hal inilah yang memicu berjamurnya gerai minimarket di tengah-tengah masyarakat hingga ke berbagai daerah. Kini masyarakat mengenal dua brand minimarket yang memiliki jaringan outlet terbanyak dan terbesar di Indonesia, salah satu diantaranya adalah Waralaba Alfamart.

Mungkin bila anda berniat untuk start up dari nol bisnis ritel minimarket dengan merek pribadi, butuh effort lebih keras karena persaingan di sektor ini sudah sangat ketat. Belum lagi membangun brand image kepada masyarakat juga tidak semudah yang dibayangkan, butuh pengalaman yang teruji dan service yang memuaskan secara kontinu agar bisa menarik minat konsumen. Jangan lupa juga dengan diferensiasi produk sebagai identitas dan pembeda dibanding kompetitor yang sejenis.

Barangkali agak ‘riweuh’ dan butuh waktu yang tidak singkat untuk menerapkan hal yang disebutkan diatas. Tak perlu risau, Waralaba Alfamart datang dengan peluang kemitraan bisnis minimarket yang menawarkan kemudahan bagi para mitranya. Teruji selama 16 tahun, sistem franchise Alfamart sudah diterapkan dilebih dari 3000 gerai milik franchisee di berbagai kota tanah air.

“Bisnis waralaba tidak semata-mata dimiliki franchisor, tapi juga menjadi milik masyarakat. Baik dari lokasi tempat, perusahaan hingga perizinan usahanya. Benefitnya juga bisa dirasakan langsung, baik dari tenaga kerja, income buat perusahaan, lingkungan disekitar melalui program CSR, dan bagi pemerintah melalui kebijakan wajib pajak kami,” Tomy Sugiantio, General Manager Marketing Franchise Alfamart

Ia juga menambahkan bila mitra yang berminat untuk menjadi franchisee waralaba minimarket itu wajib mengikuti persyaratan yang sudah ditetapkan. Selain mengusulkan lokasi sebagai tempat operasional bisnisnya, mitra juga diharuskan mengikuti kaidah atau SOP yang sudah menjadi standar waralaba Alfamart.

“Kami akan memberikan pemahaman kepada mitra mengenai bisnis minimarket seperti apa, operasional bisnisnya, control pembukuan, syaratnya apa saja, modal yang diperlukan, mengapa memilih Alfamart dan hal-hal pendukungnya. Setalah itu jika berminat baru masuk tahapan bermitra,” sambungnya.

Kemudian sebagai tahapan utama, mitra diwajibkan pula menyiapkan investasi awal senilai Rp400 juta. Biaya itu belum termasuk sewa tempat namunsudah termasuk set up tempat bisnis, supply perlengkapan operasional lengkap, dan franchise fee selama lima tahun. (adv)

Klik Waralaba Alfamart untuk informasi franchise, kerjasama, keuntungan, dan info lengkap lainnya.

(Heksa R.P)