Produk Carvil dapat ditemukan dengan mudah di setiap sudut negara baik di saluran pasar tradisional dan modern (lebih dari 4000 toko). Selain itu, produk Carvil dapat ditemukan di banyak negara di luar negeri seperti Singapura, Filipina, Malaysia, Timur Tengah, Maladewa, dan banyak lagi yang akan datang.

Selain itu, agar terjangkau bagi konsumen, sejak 2013 Carvil membuka Toko Ritel Carvil sendiri yang menjual berbagai macam produk carvil dari pakaian jadi hingga alas kaki. “Pada akhir 2014, kami berhasil membuka hampir 100 toko ritel baik yang dimiliki maupun toko waralaba. Di tahun 2019 ini meningkat menjadi 89 toko dimiliki Carvil dan 45 toko milik mitra waralaba,” kata Unang selaku Operational Manager PT. Carvil Abadi.

Tentunya perkembangan bisnis waralaba Carvil terbilang cukup bagus dengan adanya penambahan calon franchisee, beberapa mitra pun membuka lebih dari satu toko. Bahkan sampai saat banyak dari mereka meminta melanjutkan kemitraan walaupun belum habis masa kemitraannya.

Beberapa alasan dari mitra, mereka yakin akan Brand Carvil di mana Carvil sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat luas dengan kelebihan Carvil akan Brand pastinya sangat kuat. Carvil juga menjaga mitra dengan membangun kepercayaan dan keterbukaan dalam informasi hasil usaha yang diperoleh dengan benar tentunya.

“Target kami sampai akhir tahun penambahan di wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan penambahan di beberapa wilayah pulau Jawa dan Bali. Kami menawarkan konsep kemitraan dengan nilai investasi saat ini diluar gedung dikisaran 165jt – 195jt, nilai itu diperuntukan sebagai biaya peralatan, renovasi, TDL dan seremony toko. Sampai saat ini franchise dan royality kami masih gratis, setidaknya dengan konsep franchisor operator untuk BEP biaya investasi diluar gedung sekitar 5-6 bulan,” tutur Unang.

Unang menjelaskan kelebihan dari waralaba ini yakni franchisee tidak tersita waktu dalam mengelola Franchisee, tidak perlu modal kerja, Carvil menawarkan keuntungan 13.5% dari omset dan bebas biaya operasional. Peran mitra dalam hal ini cukup hannya menyiapkan lahan usaha minimal luas 60m dan nilai investasi dengan masa kerjasama minimal 5 tahun. “Adanya perpanjang kemitraan, kami buat kesepakatan baru tentunya dengan mengevaluasi aktivitas yang ada,” ujarnya.

Sementara inovasi Carvil sampai saat ini tetap dengan konsep awal yakni terobos pasar menengah. Harapannya Carvil akan lebih memasyarakat dan tetap di hati pencinta produk Carvil. Promosi yang dilakukan melalui medsos, brosur franchise atau lainnya dengan strategi tersebut dapat membuat yakin akan produk Carvil dan bermitra dengan Carvil akan untung.

“Visi dan misi kami cukup jelas memasyarakatkan produk Carvil agar tetap yang terbaik di kalangan masyarakat secara menyeluruh. Hal ini tentunya tidak mudah tapi kami yakin yang terpenting bagi kami menjaga kualitas produk sebagai upaya utama kami,” terangnya. [hfz]