Warung Tekko kembali meluncurkan armada barunya di sekitar Jabodetabek. Agak menjauh dari Ibukota, kali ini bisnis yang mengusung kekayaan kuliner Indonesia itu merambah kawasan Serpong, Tangerang Selatan. Serpong yang tengah mempercantik diri sebagai kota mandiri di Selatan Jakarta itu, sangat gencar dalam mengembangkan pusat-pusat perbelanjaan modern.

Salah satunya adalah yang baru saja diresmikan pada akhir 2016 lalu, yaitu QBig BSD City, sebuah pusat perbelanjaan modern yang mengusung konsep power center. Konsep ini merupakan sebuah area big-box store dengan luas 5.000 – 10.000 meter persegi, yang diisi oleh brand penyewa utama (brand anchor) dan terhubung satu sama lain dengan bangunan-bangunan pendukung yang terdiri dari brand restaurant, kafe, dan lain-lain.

Dengan hadirnya Warung Tekko di QBig BSD City, menjadikan total jaringan menjadi 62 outlet di seluruh Indonesia. Menurut Sidik Kadarsyah, Marketing Manager dari Warung Tekko, jika potensi market di kawasan Serpong ini cukup unik. Karena menurutnya, selain potensi pelanggan sebagian besar berasal dari traffic pengunjung Mall QBig, diluar itu juga masih ada potensi dari masyarakat setempat yang bermukim di area perumahan yang terhampar di setiap sudut BSD City.

"Ada juga dari pegawai kantoran yang bekerja di sekitar area sini. Karena dekat sini banyak ruko-ruko atau gedung perkantoran yang disewakan. Lalu ada juga pengunjung dari ICE  BSD City, biasanya suka ada event atau acara-acara pameran. Jadi sangat potensial sekali," ujarnya kepada FranchiseGlobal.com.

Diluar itu, QBig BSD City yang menjadi pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia untuk saat ini, memang sudah cukup banyak menyedot pelanggan yang datang untuk berbelanja atau sekadar berekreasi dengan keluarga di akhir pekan.

Untuk mengefisiensi distribusi produk dan juga mengoptimalkan potensi bisnis yang masih tersedia, Sidik menerangkan jika pihaknya masih membidik area Jabodetabek sebagai persinggahan baru outlet Warung Tekko. Lokasi-lokasi yang bisa diisi oleh gerai baru Warung Tekko tidak hanya berada di pusat perbelanjaan saja, untuk lokasi berbentuk ruko dan stand alone juga bisa jadi pilihan.

“Keunggulan kami yang tidak dimiliki oleh resto sejenis yaitu outlet kami yang bernuansa nusantara tradisional. Jadi kami desain sedemikian rupa sehingga pelanggan yang berkunjung ke outlet kami, suasananya seakan seperti makan di rumah,” tambahnya.

Warung Tekko ingin mengakomodir masyarakat saat ini yang lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah, dengan menyuguhkan masakan tradisional dengan nuansa ala rumahan.

Bila anda berminat, calon mitra bisa menyiapkan usulan lokasi baik berupa ruko atau tempat usaha di Mall. Luas ukuran yang dibutuhkan minimal 160 meter persegi sampai 200 meter persegi. Bila disejajarkan untuk luasan ruko minimal ukuran dua unit ruko.

“Investasi kami tawarkan franchise fee senilai Rp500 juta untuk lima tahun, bila digabungkan dengan biaya renovasi outlet investasinya bisa mencapai Rp1,2 miliyar lebih,” pungkanya. (adv)