Bisnis waffle makin menggugah selera para penikmat produk kudapan yang biasa hadir di pusat jajanan ini. Kudapan yang berbahan dasar adonan kue itu, biasa disajikan dengan tambahan es krim maupun pilihan toping lain yang makin menarik hasrat makan konsumennya. Rasanya yang lezat dan dapat dinikmati oleh semua kalangan turut membuat bisnis Waffle laris manis di pasaran. Produk waffle umumnya tersedia dalam konsep booth, hingga skala cafe di beberapa pusat perbelanjaan.

Waffelicious menjadi salah satu brand yang mengusung menu kue asal eropa itu sebagai produk unggulannya. Walau begitu, bisnis waffle itu ternyata milik pengusaha asli lokal berdarah Solo. Sang pemilik bernama Hendy Tanaka, dalang di balik perjalanan bisnis Waffelicous. Hendy dan Bagus (adik Iparnya) membidani kelahiran bisnis waffelnya pada 2011 silam. “Saya mendapat referensi bisnis saat jalan-jalan ke Hongkong, saya makan Waffel yang dijual secara tradisional disana. Dari situ saya pulang ke Indonesia dan mendirikan Waffelicious, di Magelang 2011.” Tutur Hendy.

Sebelumnya, Hendy terlebih dahului membeli dua mesin khusus untuk memproduksi Waffle pada bisnisnya. Setelah itu ia melakukan percobaan resep guna menemukan adonan kue yang nikmat dan sesuai dengan selera pasar. Perjalanan bisnis memang tak semudah yang diharapkan, setelah mulai beroperasi di Mall Artos kota Magelang, Waralaba Waffelicious mulai menemukan secercah harapan setelah satu tahun lebih bisnis berjalan. Terdapat mitra dari luar Magelang yang berminat untuk bekerjasama dan mengembangkan usahanya.

“Saya dari awal sudah buka konsep franchise, tapi satu tahun kemudian baru ada mitra yang bergabung, dan buka outlet di Jakarta. Dari situ usaha saya mulai booming dan dikenal masyarakat,” kata Hendy.

Kini, bisnis Waffelicious miliknya sudah berkembang hingga beroperasi total 90 outlet di seluruh Indonesia. Mitra usaha Waffel ini, tersebar hingga sampai ke luar pulau Jawa, seperti Medan dan Ambon. Produk yang ditawarkan oleh Waffelicous tidak jauh dari menu Waffel sebagai senjata utamanya. Namun terdapat tambahan varian rasa lain dan berbagai macam topping sebagai pelengkap produk kudapan ini. Harga yang dipatok pun cukup terjangkau, Rp 16 ribu untuk satu porsi Waffel dan Rp 3 ribu untuk setiap topping tambahan yang diinginkan oleh konsumen.

“Wafel itu termasuk makanan yang digemari di Indonesia, dan jenis Hongkong style ini masih belum ada di Indonesia yang mengusung konsep take away,  karena itu Waffelicious berdiri. Ditambah banyak varian yang bisa dinikmati dari topping maupun filling dari Hong Kong wafel ini. Sehingga dengan mudah Waffelicious diterima pecinta. Untuk variannya ada rasa vanilla, strawberry, mocca, pandan, chocolate, blackforest, dan blueberry,” ujar Hendy Tanaka.

 

Investasi Murah Dengan Omset Melimpah

Kenapa harus memilih Waffelicious sebagai pilihan investasi yang tepat? “Waffelicious merupakan Bisnis yang murah dan mudah, mampu memberikan gebrakan snack baru yang belum ada di Indonesia, margin tinggi, proyeksi ROI yang cepat hanya 4-5 bulan (bahkan bisa 2-3 bulan, tergantung lokasi), inovasi terus menerus dengan berorientasi pada kepuasan konsumen, bahan baku murah dan supply terjamin, sistem yang telah teruji dan mudah diaplikasikan, manajemen yang handal dan professional, risiko bisa ditekan hingga kurang dari 5%, pangsa pasar yang terus berkembang, dan Supporting franchise,” jelas Hendy.

Untuk menjadi mitra Waffelicious untuk satu outlet Waffle hanya perlu Investasi Rp 70 juta. Dari nilai investasi tersebut, mitra mendapatkan Fasilitas: Paket perlengkapan counter lengkap beserta 4 Pan Waffle (tanpa booth, kulkas, kipas angin), Bahan baku waffle (tepung) untuk 100 buah waffle (untuk berlatih & dijual), Media promosi dalam bentuk file CD (Logo, stiker booth, Ybanner, & brosur), 4 pcs kaos seragam karyawan, Prosedur pembuatan waffle (SOP), Hotline service untuk konsultasi, Sistem operasional, dan Sistem kelola selamanya dipegang oleh mitra, tidak ada perpanjangan fee franchise.

Setelah nilai investasi, sang calon mitra juga harus mempersiapkan lokasi yang berada di tempat strategis baik sewa maupun beli beli seperti mall, daerah perkantoran, mini market, perbankan, kampus, ruko, pusat belanja, dan lain-lain. Luas ukuran tempat sewa minimal sesuai ukuran counter (2x2meter). Karyawan ( memenuhi kualifikasi dan training). Dan Minimal asupan listrik 3500 watt untuk 3 pan waffle.

Kemudian, peranan supporting Franchisor (pusat): menyediakan perlengkapan yang dibutuhkan, menyediakan bahan baku utama waffle & paperbag, melakukan kegiatan promosi nasional, konsultasi usaha, online service (BBM, WA, SMS, Email or Call). Dan peranan franchisee (penerima): mengajukan usulan lokasi tempat, melakukan pengawasan secara menyeluruh terhadap outlet, peralatan dan karyawan, wajib melakukan pembelian adonan tepung Waffelicious & paper bag pada franchisor, bertanggung jawab atas hasil penjualan, bertanggung jawab atas biaya sewa tempat/lokasi, melakukan promosi verbal ataupun lisan kepada calon konsumen.

“Bisnis waralaba Waffelicious Dari pengalaman selama ini, omset bervariasi. Namun, rata-rata mitra kami mampu mendulang omset mulai dari Rp 30 juta hingga Rp 60 juta setiap bulannya. Namun, salah satu factor yang tidak kalah pentingnya adalah lokasi. Sebab, lokasi sangat berperan dalam menentukan omset,” pungkas Hendy.

Ingin lebih tahu tentang Waffelicious? Isi form di bawah ini!