Ketatnya persaingan pasar kuliner di Indonesia, tentu menuntut para pelaku usaha untuk bisa tetap eksis di bidang usahanya. Bahkan tak jarang berbagai macam cara dan upaya rela dijalankan untuk memenangkan persaingan pasar yang ada di sekitarnya. 

Namun begitu, ada pula pelaku usaha menganggap persaingan menjadi penyemangat baginya. Dengan kompetisi tersebut pebisnis mulai lebih meningkatkan kualitas kerja. Inilah yang dirasakan oleh Rangga Umara Owner Pecel Lele Lela. Hadir sebagai pioner pecel lele berkonsep resto, usaha ini mulai menjamah pasar lokal bahkan sudah menembus pasar internasional.

“Saya melihat dari segmen pecel lele, memang sudah muncul kompetitor. Kami berharap pesaing baru terus tumbuh sehingga pasar semakin dinamis. Kami terus mengukur persaingan akhirnya terus bergerak untuk perbaikan-perbaikan dan melakukan persaingan secara internal dengan cabang pecel lela lain,” jelas pria yang akrab disapa Rangga ini.

Dengan nama besar yang disandangnya membuat usaha ini patut diselami karena memiliki prospek market yang sangat menjanjikan. Rangga menimpali bahwa bisnisnya menawarkan kemudahan sistem yang sudah baku dan teruji dalam pengaplikasian di seluruh outlet Pecel Lele Lela.

Karena menurutnya bisnis franchise resto adalah bisnis experince jadi mitra bisa mendapat pengalaman dari franchisor tanpa perlu repot ­membangun bisnisnya dari awal. “Dengan nama Pecel Lele Lela yang sudah lumayan ternama di benak masyarakat Indonesia, lalu bisnis kita juga sudah mencapai mancanegara dan bisa diterima di sana. Ini yang kita bisa bagikan kepada seluruh mitra dan cabang,” sambungnya.

Jika anda tertarik, siapkan investasi berkisar antara Rp600 juta sampai Rp700 juta untuk bisa bermitra dengan Pecel Lele Lela. Biaya tersebut sudah termasuk franchise fee Rp100 juta selama lima tahun, deposit senilai Rp30 juta, dan dekorasi desain interior eksterior.

Klik Pecel Lele Lela untuk mengetahui info lebih lanjut

Chyllo Tokan