Franchise minuman dewasa ini memang sedang naik daun. Kondisi cuaca yang cukup panas, menjadi salah satu alasan bisnis minuman terutama minuman dingin begitu berkembang pesat. Belum lagi tawaran balik modal cepat dengan iming-iming raihan omset yang cukup besar. Oleh karenanya, adalah sebuah kewajaran jika di sudut-sudut jalan higga pusat-pusat perbelanjaan, bisnis minuman sangat banyak ditemui.

Salah satu merek yang mencoba peruntungannya di bisnis waralaba minuman dalah D’Cendol. Merek asal Singapura ini menawarkan produk yang diklaim sehat karena menggunakan bahan-bahan alami yang berkualitas, tanpa bahan pengawet, dan aman dikonsumsi oleh siapapun tanpa harus khawatir akan bahan-bahan kimia yang berbahaya.

“Saat ini kami memiliki 2 produk yaitu Drinks dan Dessert. Pada menu Drinks, pelanggan dapat memilih untuk menambah topping Traditional seperti cincau, tapai, ketan hitam, nangka, Specialty seperti aloe vera, nata de coco, rainbow jelly, oreo dan Premium seperti kacang merah, alpukat dan durian. Menu unggulan kami adalah Dessert atau yang kami namakan Signature Bowl, kami menawarkan sebuah menu yang memadukan cendol dengan topping-topping yang melengkapi rasanya yaitu cincau, nangka, ketan hitam dan kacang merah. Untuk harga, dimulai dari hanya Rp 10 ribu saja untuk Cendol Drink original. Dengan tambahan topping antara Rp3 ribu sampai Rp 6 ribu,” papar Henry Halim, brnad owner D’Cendol.

Franchise D’Cendol dengan berbagai keunggulannya tersebut mampu penetrative di beberapa kota di Indonesia hanya dalam waktu kurang dari satu tahun saja. Sebut saja di antranya Jakarta Pontianak, Singkawang dan Medan. Sedangkan konsep bisnisnya sendiri menggunakan dua pilihan yaitu Konsep Mobile Van Booth dan juga Kiosk/Island Booth.

Di luar dari itu, D’Cendol sesungguhnya berhasil menyasar segmen market bidikannya. Menurut Henry, kemitraan minuman ini sejak awal sudah menargetkan kalangan muda hingga ke keluarga (middle aged). “Karena segmen ini sekarang adalah segmen yang ramai membantu untuk menyebarkan info dan publikasi untuk produk ini lewat social media dan mulut ke mulut. Dan juga konsep modern dan lucunya juga kena dengan segment market ini. Kami juga aktif di social media dan sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan Gojek dalam usaha untuk memperluas jangkauan penjualan kami,” jelas Henry.

Strategy lain untuk menunjang pentrasinya di pasar Indonesia, D’Cendol juga sedang giat melakukan promosi bisnis untuk menjaring calon mitra-mitranya. Nah, untuk nilai minimal bermitra dengan D’Cendol, siapkan minimal Rp 30 juta untuk konsep Booth sampai Rp 70 juta untuk konsep Island Booth/mini café. Nilai tersebut sudah termasuk konstruksi booth/kiosk, intensif training selama 2 minggu sebelum opening. Dan juga pihak franchisee menerima produk yang standard konsisten dari central kitchen, dan juga marketing support dan New Product Menu

Syaratnya, tukas Henry, selain modal yang cukup, principal juga mengharuskan dari pihak franchisee baik itu saudara atau keluarga, untuk melakukan kontroling 2 kali dalam  2 minggu pertama dan sekali dalam 2 minggu seterusnya. “Jadi tidak boleh diserahkan secara 100 persen ke staff. Selain itu diharuskan untuk ada keseriusan dalam menjalankan bisnis ini. Kalau syarat terpenuhi, dari pengalaman kami sang mitra bisa meraup omset mulai dari 30-80 juta/bulan,” ulas Henry.

Waralaba minuman D’Cendol bisa dikonfirmasi di Info D’Cendol atau isi form di bawah ini agar bisa berkomunikasi dengan franchisor.