Waralaba bimbel GlobalArt telah dikenal luas oleh masyarakat sebagai tempat kursus pendidikan nonformal berbasis pengayaan seni atau art. Bisnis yang sudah berkiprah di Indonesia sejak 2004 ini, menjadi pilihan bagi para orang tua yang sadar akan tumbuh kembang buah hati mereka.

GlobalArt tidak hanya sebagai kursus menggambar yang hanya mengajarkan pendidikan seni pada umumnya saja, melainkan juga mendidik para muridnya untuk mengenal keseluruhan teknik dan metode dari seni, sehingga anak-anak tersebut dapat terbantu dalam sistem pembelajaran yang didapat dari bangku sekolahan. Materi yang diajarkan pun bukan sembarangan, waralaba pendidikan asal Malaysia ini, punya silabus yang sudah terstandar dan teruji di 15 negara jaringan bisnisnya.

Waralaba bimbel ini sejak awal kiprahnya pada 1999 silam, sudah mencetak banyak murid yang totalnya sudah mecapai lebih dari 1 jutaan. Kini center atau outlet milik GlobalArt juga telah tersebar di berbagai negara jaringan dengan total sekitar 600 outlet. Persebaran center-center kursus menggambar ini disetiap wilayahnya ini, kerap dijadikan ajang lomba atau kompetisi menggambar antar murid.

Tak ayal waralaba GlobalArt juga memiliki program kompetisi yang digelar setiap waktunya, mulai dari antar regional, provinsi, nasional hingga internasional. Menurut Michael Sandy, Manager Marketing GlobalArt, dengan jaringan bisnis kursus pendidikan tersebut yang tersebut yang tersedia di berbagai wilayah dan negara lain, bisa dimanfaatkan sebagai sarana kompetisi untuk mengasah kemampuan murid-murid.

Untuk program drawing competition skala regional pun sering dilakukan oleh beberapa cabang center di satu kota atau regional. Juara-juara yang lahir dari kompetisi antar center dalam satu regional ini, selain mendapatkan penghargaan dan reward hadiah, juga akan diikut sertakan ke drawing competition ke skala yang lebih tinggi lagi.

“Mereka yang juara nantinya bisa mewakili negara dari center cabang GlobalArtnya berasal. Mereka akan mengikuti International Art Competition yang biasanya diadakan sekali dalam setahun di beda-beda negara,” tukas Sandy. Lebih lanjut, dari 15 negara jaringan waralaba GlobalArt, secara bergiliran akan setiap negara akan menjadi tuan rumah untuk menggelar kompetisi menggambar tingkat internasional tersebut.

“Tuan rumahnya bergiliran setiap tahun beda negara. Tahun 2013 kami kebagian tuan rumah, kami adakan di Bali. Tahun 2014 di Filipina, dan untuk tahun ini negara Kamboja kebagian jadi tuan rumah,” sambungnya.

Dengan program drawing competition yang rutin digelar oleh waralaba GlobalArt, tentu menjadi sebuah keunggulan dan diferensiasi bisnis yang tidak dimiliki oleh kompetitor sejenis. Bagi anda yang tertarik untuk menggeluti bisnis kursus menggambar ini, dibutuhkan investasi senilai Rp500 juta sebagai franchise fee untuk bisa bermitra dengan GlobalArt selama tiga tahun. Biaya itu tentu belum termasuk sewa tempat, fasilitas dan lain-lain. (adv)