Usai melakukan serangkaian pembenahan internal selama kurang lebih satu tahun terakhir, waralaba Es Batok 212 mulai menunjukan keseriusannya dalam rangka pengembangan sayap bisnisnya. Setelah pada momentum pameran bisnis franchise yang dihelat pada September 2015 kemarin, Es Batok 212 meluncurkan desain dan konsep bisnis baru kepada masyarakat luas dan calon investor.

Kini setahap demi setahap, brand kuliner yang mengusung sajian es khas Nusantara ini mulai menunjukan hasil dari pengembangan bisnisnya. Seperti pada 27 Desember 2015 kemarin, Es Batok 212 baru saja membuka gerainya di kota Pekalongan, Jawa Tengah. Gerai milik mitra ini berkonsep café& resto yang berlokasi di ruko perumahan Citra Garden, Pekalongan.

Tidak hanya kota di Jawa Tengah itu, keesokan harinya giliran kota Palu, Sulawesi Tengah yang didatangi gerai Es Batok 212 dengan konsep café.

Masyarakat yang ingin mencicipi sajian minuman yang dikemas dengan wadah batok kelapa ini pun, mengobati rasa penasarannya dengan berkunjung ke gerai Es Batok. Terlihat sejak pembukaan hari pertama, sudah banyak pelanggan yang memadati dan menikmati beragam menu unggulan Es Batok 212, seperti; Es Mabok, Es Wiro Sableng , Es Mak Erot, Es Jaka Tarub, Es Mak Lampir, Es Angling Dhrma, Es Pitung, Es Sembara, Es Brahma Kumbara dan banyak lagi.

Praktis dengan kehadiran outlet cabang Pekalongan ini, waralaba Es Batok 212 telah membangun kerajaan bisnisnya dengan membukukan total 72 outlet di beberapa kota di Indonesia. Seperti yang diutarakan oleh Den Raffy; founder dari waralaba Es Batok 212, jika dua tahun belakangan ini bisnis besutannya fokus untuk mematangkan konsep dan pembenahan di internal.

Sehingga pada pertengahan tahun ini beberapa konsep kemitraan dan franchise baru pun telah diluncurkan oleh Es Batok 212. Sebelumnya bisnis yang terkenal dengan logo superhero lokal ini sudah eksis terlebih dahulu dengan konsep booth. Kini ditawarkan juga konsep mini café dan café & resto untuk tipe outlet.

Kemudian Den Raffy juga melakukan gebrakan dengan meluncurkan konep foodtruck. “Kami akan menyediakan semua tipe konsep kerjasama yang kami miliki; mulai dari konsep business oportunity, kemitraan, profit-sharing, auto pilot, hingga konsep real franchisee dan franchisor. Kami menggarap semua segmentasi, tinggal kemampuan mitra ingin memilih kerjasama seperti apa,” ulas Raffy, kepada PlasaFranchise.com di kantornya.

Lebih lanjut, dalam waktu dekat Es Batok 212 akan membuka gerai foodtruck di sejumlah wilayah lain dan gerai café di Balikpapan dan Jakarta. Bila anda tertarik, siapkan investasi mulai dari Rp30 juta sampai Rp500 juta untuk konsep booth, mini café dan café & resto. Dan investasi senilai Rp250 juta hingga Rp1 miliyar untuk tipe foodtruck skala mobil sampai tipe bus full resto.

Klik Waralaba Es Batok 212 untuk informasi lebih lanjut, atau isi form di bawah ini.

(Heksa R.P)