Bisnis café seperti coffee shop memang tengah menjadi primadona bagi kalangan pencari bisnis franchise. Selain prospeknya yang sedang bertumbuh pesat, tren masyarakat yang doyan bergumul di kedai kopi bersama rekan sejawat, juga turut memaniskan peluang bisnis kedai kopi ini.

Tak salah brand coffee shop lokal maupun internasional berlomba-lomba menawarkan paket franchise yang bisa dimiliki oleh mitra. Mereka pun menyediakan berbagai paket investasi yang sesuai dengan segmen market yang dituju. Seperti yang dilakukan oleh waralaba Coffee Toffee dalam inovasi terbarunya.

Bila sebelumnya bisnis café kedai kopi itu mengusung konsep specialty dan origin dalam setiap jaringan outletnya. Kali ini bisnis yang memulai kiprahnya di Surabaya tersebut, mengeluarkan konsep express outlet sebagai tipe investasi teranyar mereka. Odi Anindito, owner Coffee Toffee mengungkapkan jika bisnis besutannya kini mulai menyasar segmen area perkantoran, kampus, bandara dan terminal transportasi.

“Kami melihat prospek area perkantoran masih sangat potensial untuk digarap. Terlebih di perkantoran keberadaan kedai kopi skala kecil ini sudah lumrah tersedia dan sudah menjadi kebutuhan. Untuk itu sebagai awalan, kami membidik Jakarta dan Surabaya sebagai kota yang ingin kami jangkau untuk konsep baru ini,” ujarnya kepada PlasaFranchise.

Lebih lanjut, bukan tanpa sebab dipilihnya Jakarta dan Surabaya sebagai bidikan perdana wilayah yang akan dijangkau. Selain sebagai dua teratas kota besar di Indonesia yang diisi banyak gedung perkantoran pencakar langit, Jakarta dan Surabaya juga telah menjadi home base dari Coffee Toffee beroperasi.

Bagi anda yang tertarik, paket investasi tipe express ini dibutuhkan modal yang berkisar mulai dari Rp600 juta. Kemudian luas tempat yang perlu dipersiapkan kurang lebih sekitar 70 M2. Selain tipe expres, ada juga dua tipe lain yang bisa dijangkau oleh calon mitra. Paket itu adalah tipe origin yang dibanderol investasi senilai Rp900 juta, dan luas area yang dibutuhkan sekitar 150 M2.

Kemudian yang terakhir adalah tipe specialty. Investasi yang dibutuhkan senilai Rp1 miliar hingga Rp1,4 miliar. Luas tempat yang perlu dipersiapkan minimal 150 M2 sampai 200 M2 diluar dengan space parkir. Ketiga paket investasi itu sudah termasuk dengan license fee senilai Rp150 juta selama 5 tahun, dan deposit fee senilai Rp50 juta.

Kemudian jika mitra sudah menjalankan bisnisnya, Coffee Toffee sebagai franchisor akan megenakan royalty fee senilai 5 persen, marketing fee 2 persen, dan promotion fee 2% untuk setiap bulannya.

Sebeleumnya bisnis café yang mengusung tagline ‘Yes I Drink Indonesian Coffee’ ini menjadi perusahaan kopi lokal yang getol meedukasi kekayaan biji kopi lokal kepada masyarakat, terutama segmen anak muda. Coffee Toffee mengenalkan lima jenis kopi Nusantara single origin yang memiliki kualitas terbaik dunia. Beberapa diantaranya terdapat Kopi Sumatra, Java, Toraja, Gayo, Bali Batukaro dan lain-lain. (adv)

Untuk informasi syarat franchise, investasi, kemitraan, dan info lengkap lainnya sila Klik Waralaba Coffee Toffee atau isi form di bawah ini.