Prospek bisnis waralaba coffee shop kian hangat seiring makin banyak kedai kopi yang hadir menyapa masyarakat, terutama para pecinta kopi. Belum lagi trend kaum urban yang sering berkunjung ke beberapa gerai coffee shop untuk sekedar bercengkrama dengan kerabat, atau sebagai tempat pertemuan untuk urusan pekerjaan.

Tak berbeda dengan apa yang diraih oleh waralaba Coffee Toffee. Dengan mengusung kampanye‘Yes I Drink Indonesian Coffee’ sejak medio 2011, bisnis yang berpusat di Surabaya ini mendapatkan tempat di tengah-tengah masyarakat, dan dikenal luas sebagai brand coffee shop lokal tandingan kedai kopi kenamaan luar negeri.

Produk kopi yang disajikan bisnis kedap kopi asal Surabaya ini pun bukan sembarangan. Lima jenis kopi Nusantara single origin dibawa oleh Coffee Toffee mulai dari kopi Sumatra, Java, Toraja, Gayo dan Bali Batukaro. Selain untuk memasarkan brand kopinya, Coffee Toffee juga ingin menyebarluaskan gerakan cinta minum kopi asli lokal yang notabene kualitasnya banyak dicari masyarakat luar negeri, khususnya Eropa dan Amerika.

“Kami meedukasi pelanggan untuk bisa mengenal kopi-kopi Nusantara yang memang terkenal akan kualitas terbaik di dunia. CampaignYes I Drink Indonesian Coffee’ dibuat untuk membuat rasa bangga dan cinta dengan meminum kopi lokal asli Indonesia,” papar Mika Affandi, Public Relation Coffee Toffee.

Lebih lanjut, bisnis waralaba Coffee Toffee mengemas jargon cinta minum kopi Indonesia itu dengan beragam strategi marketing yang cukup efektif, dan sukses menyedot perhatian masyarakat luas. Selain menghadirkan program marketing tematik yang berbeda-beda setiap tahunnya, bisnis coffee shop dengan jaringan lebih dari 145 outlet ini juga membawa beberapa pelanggan setia mereka untuk berkeliling ke destinasi pariwasata favorit di Indonesia.

Program tersebut sekaligus menandakan kiprah delapan tahun waralaba Coffee Toffee di belantika industri F&B nasional. Pemenang promo yang berjudul 8Mazing Trip 2015 ini pun sudah diberangkatkan pada pertengahan September kemarin, ke beberapa lokasi wisata di pulau Lombok. Lokasi berikutnya tersebar di beberapa daerah lain seperti di Gorontalo, Makassar, Kendari, Sukabumi, Padang, Pangkalan Bun dan terakhir di Jakarta.

“Mereka juga akan mengunjungi sekaligus mendokumentasikan outlet-outlet kami yang berada di daerah lokasi wisata tersebut, lewat akun sosial media mereka seperti blog, instagram, facebook dan lain sebagainya. Sehingga dari situ mereka juga bisa mengangkat potensi wisata di Indonesia ,” pungkas Mika.

Klik Waralaba Coffee Toffee untuk detail harga investasi, syarat franchise, dan info lengkap lainnya.

(Heksa R.P)