Waffelicious kini semakin sering ditemui di mal-mal di seluruh Indonesia. Jika ditotal, saat ini Waffelicious telah memiliki kurang lebih 90 outlet. Makanya, kepopuleran Waffelicious saat ini memang sedang kencang-kencangnya. Dan tidak hanya rasanya yang lezat, produk waffle saat ini seperti sedang menjadi lifestyle baru. Alhasil, produk ini sangat gampang diterima pasar.

Sebagai pionir bisnis Waffel ala Hongkong, Waffelicious memang boleh dikatakan masih berjalan sendirian, dan penetratif dengan hampir seratusan outlet yang tersebar. Dan beberapa tahu be;akangan ini memang mulai bermunculan pebisnis-pebisnis kuliner yang menyajikan wafel sebagai menu utamanya. Mereka hadir dengan konsep booth karena memang makanan ini hanya cocok sebagai cemilan saja. Namun, biasanya pemain bisnis wafel ini kebanyakan menghadirkan wafel bergaya Amerika atau Belgia saja. Berbeda dengan Waffelicious, brand ini menghadirkan Hongkong Style Waffle yang juga berkonsep booth.

Waffelicious atau Wafel ala Hongkong ini mempunyai rasa dan tekstur yang berbeda dari Belgian ataupun American Waffle yang banyak ditemui. Waffelicious mempunyai karakter wafel yang renyah di luar dan lembut di dalam, selain itu wafel ini juga memiliki rasa dan aroma yang khas. Ditambah banyak varian yang bisa dinikmati dari topping maupun filling dari Hong Kong wafel ini. Sehingga dengan mudah Waffelicious diterima pecinta kuliner nusantara,” papar Hendy Tanaka, salah satu owner Waffelicious.

Untuk menjadi mitra Waffelicious untuk satu outlet Waffle hanya perlu Investasi Rp 70 juta. Dari nilai investasi tersebut, mitra mendapatkan Fasilitas: Paket perlengkapan counter lengkap beserta 4 Pan Waffle (tanpa booth, kulkas, kipas angin), Bahan baku waffle (tepung) untuk 100 buah waffle (untuk berlatih & dijual), Media promosi dalam bentuk file CD (Logo, stiker booth, Ybanner, & brosur), 4 pcs kaos seragam karyawan, Prosedur pembuatan waffle (SOP), Hotline service untuk konsultasi, Sistem operasional, dan Sistem kelola selamanya dipegang oleh mitra, tidak ada perpanjangan fee franchise.

Setelah nilai investasi, sang calon mitra juga harus mempersiapkan lokasi yang berada di tempat strategis baik sewa maupun beli beli seperti mall, daerah perkantoran, mini market, perbankan, kampus, ruko, pusat belanja, dan lain-lain. Luas ukuran tempat sewa minimal sesuai ukuran counter (2x2meter). Karyawan ( memenuhi kualifikasi dan training). Dan Minimal asupan listrik 3500 watt untuk 3 pan waffle.

Kemudian, peranan supporting Franchisor (pusat): menyediakan perlengkapan yang dibutuhkan, menyediakan bahan baku utama waffle & paperbag, melakukan kegiatan promosi nasional, konsultasi usaha, online service (BBM, WA, SMS, Email or Call). Dan peranan franchisee (penerima): mengajukan usulan lokasi tempat, melakukan pengawasan secara menyeluruh terhadap outlet, peralatan dan karyawan, wajib melakukan pembelian adonan tepung Waffelicious & paper bag pada franchisor, bertanggung jawab atas hasil penjualan, bertanggung jawab atas biaya sewa tempat/lokasi, melakukan promosi verbal ataupun lisan kepada calon konsumen.

“Waffelicious dari pengalaman selama ini memiliki omset yang bervariasi. Namun, rata-rata mitra kami mampu mendulang omset mulai dari Rp 30 juta hingga Rp 60 juta setiap bulannya. Namun, salah satu factor yang tidak kalah pentingnya adalah lokasi. Sebab, lokasi sangat berperan dalam menentukan omset,” pungkas Hendy.

Tertarik? Isi form di bawah ini untuk menghubungi franchisor.