Hal ini pun dibenarkan oleh Senior Franchise Consultant di FT Consulting Indonesia, Utomo Njoto. Dalam keterangan resminya yang diterima redaksi Franchiseglobal.com, Senin (30/7/2018), Utomo mengatakan bahwa digital marketing dalam bisnis franchise sangat penting. Hal ini dikarenakan trend media komunikasi saat ini memang sudah mengarah ke media digital.

“Saat ini eranya sudah serba digital. Sekarang kalau life cycle dari brand, produk dan bisnis itu sendiri cenderung makin pendek dan bila tidak dikelola dengan baik atau kurang inovasi, maka mereka akan kesulitan untuk mempertahankan kinerja dalam jangka waktu yang lama,” papar Utomo.

“Pada prinsipnya digital marketing jangan sekadar ikut-ikutan saja. Kesiapan organisasi dan SDM maupun kualitas produk dan layanan juga harus mendukung upaya dari digital marketing itu sendiri. Kalau tidak, maka akan jadi boomerang,” sambungnya.

Utomo melanjutkan, untuk menerapkan teknik digital marketing dalam bisnis franchise itu harus melihat dari data terkait dengan bidang usaha tersebut. Hal ini dilakukan agar media digital yang dipakai dalam teknik tersebut bisa sesuai dan berjalan dengan baik.

“Selain menggunakan media umum seperti Instagram, Facebook dan Twitter, versi gratisan maupun iklan berbayarnya biasanya ada yang menggunakan Google Adwords. Selain itu peranan blogger dan vlogger juga bisa dipertimbangkan. Demikian juga dengan channel Youtube, bila anggarannya mencukupi,” tutup Utomo. [ded]