Waralaba Indonesia yang mengusung kuliner tradisional, D’Cendol rupanya tidak menyia-nyiakan kepopuleran produk cendol  untuk mengenalkan minuman segar ini ke berbagai belahan negara lain. Salah satunya adalah ke beberapa negara tetangga di area Asia Tenggara. D’Cendol yang memulai kiprahnya pada 2014 silam, tidak hanya populer di kampung halamannya di Indonesia, tapi juga sukses menembus pasar negeri jiran Singapura.

Hal ini membuat waralaba Indonesia yang tergabung dalam grup usaha D’Penyetz Groupitu, kian terpacu untuk melebarkan sayap bisnisnya ke negara lain. Salah satu negara yang sudah menjadi bagian dari jaringan bisnis D’Cendol adalah Myanmar. Hal ini diungkapkan langsung oleh Edy Ongkowijaya, selaku owner D’Penyetz Group dalam keterangan resminya yang disampaikan kepada FranchiseGlobal.com.

Edy menuturkan, saat ini pihaknya tengah dalam progress untuk pembukaan cabang kedua D’Penyetz dan outlet pertama D’Cendol di Myanmar. Rencananya konsep yang akan dihadirkan di outlet teranyar jaringan D’Penyetz Group ini akan menggabungkan dua brand D’Cendol dan D’Penyetz dalam satu atap. Konsep ini merupakan duplikasi dari beberapa  outlet D’Penyetz Group, yang sudah menerapkan dua brand dalam satu atap ini di waralaba Indonesia.

“Kami sudah hadir di Myanmar sejak awal 2016. Melihat potensi bisnis yang masih sangat menjanjikan, kami langsung eksekusi untuk menambah jaringan gerai baru di Myanmar. Apalagi beberapa menu waralaba Indonesia di sini cukup digemari oleh masyarakat lokal setempat,” ungkap Edy dalam keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut,secara kebetulan masyarakat Myanmar relative suka dengan masakan yang bercita rasa pedas. Untuk itu dengan hadirnya D’Penyetz yang menyajikan sambel khas Indonesia yang bercita rasa pedas, begitu dinantikan oleh penduduk negara yang bebatasan dengan Tiongkok ini.

“Secara menu yang paling digemari disana adalah ayam penyet, nasi goreng indoensia, sop buntut sapi dan juga iga bakar. Apalagi banyak teman-teman dari Indonesia, Malaysia dan Brunei yang menetap di Myanmar, begitu membutuhkan resto yang menyajikan kuliner halal,” tambahnya.

Jika sesuai rencana, waralaba Indonesia D’Cendol dan D’Penyetz ini akan berlokasi di dekat kantor kedutaan besar dari beberapa negara. Praktis menurut Edy, lokasi ini begitu strategis bagi prospek bisnis D’Penyetz dan D’Cendol. Cabang ini akan melengkapi jaringan gerai D’Cendol menjadi total 16 cabang. Khusus untuk D’Penyetz, cabang ini menyempurkan jaringan negara yang sudah dirambah oleh bisnis besutan Edy tersebut.

Bila anda berminat, waralaba D’Cendol membanderol investasi mereka mulai darin Rp100 juga sampai Rp120 juta, tergantung lokasi dan paket yang dipilih. Biaya tersebut sudah termasuk dengan peraltan, stok awal bahan baku, pelatihan, dan sistem point of sales, namun diluar sewa tempat. (adv)

Klik Waralaba D'Cendol untuk info franchise, kemitraan, investasi, ROI dan informasi lainnya.