JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM - Sepanjang 2021, pola bisnis telah mengalami perubahan dari yang semula berbelanja secara offline beralih ke online.

Apalagi, dengan adanya dampak dari pandemi Covid-19, terus mendorong agara masyarakat harus tanggap terhadap perkembangan teknologi.

Menurut Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Diana Dewi, konsumen berlakangan ini juga akan cenderung berfokus pada barang-barang yang lebih ekonomis dan sehat.

"Itu karena kebiasaan konsumen pada saat pandemi," kata dia seperti dikutip okezone.com, Senin (3/1/2022).

Menurut dia lagi, sektor kuliner, properti, teknologi dan komunikasi diprediksi akan menjadi tren pada 2022.

Tentunya, lanjut dia, hal ini bisa menjadi referensi bagi calon-calon wirausaha yang ingin terjun ke dunia bisnis.

"Untuk sektor usaha yang memiliki prospek akan terus naik ditahun mendatang prediksi kami adalah sektor kuliner, properti sektor teknologi dan komunikasi," ujarnya.

Diana menambahkan, pandemi juga telah mengakselerasi pertumbuhan E-Commerce yang sedimikian pesat sehingga bisnis aneka barang dan jasa juga diprediksi akan tumbuh pesat pada 2022.

Dirinya pun berharap pada tahun baru 2022 pemulihan ekonomi bisa segera pulih paskanpandemi agar semua sektor usaha dapat kembali tumbuh dan eksis.

"Kami berharap hal ini dapat lebih mempercepat pemulihan ekonomi paskapandemi," jelasnya.

Diana menyatakan, terdapat hal yang perlu diwaspadai dalam berbisnis pada tahun ini, yaitu pola konsumen yang terus berubah.

"Hal ini akan memerlukan strategi baru dalam bisnis agar tetap semua sektor bisa survive pada tahun 2022," tandasnya.