FRANCHISEGLOBAL.COM, JAKARTA - Di masa pandemi kebutuhan akan produk-produk kesehatan begitu tinggi, pasalnya kesehatan menjadi hal terpenting buat masyarakat saat berlangsungnya pandemi Covid-19.

Kondisi tersebut membuat pertumbuhan bisnis salah satu waralaba yang bergerak di sektor kesehatan, Apotek K-24 tumbuh secara luar biasa. 

Ya, hal itu dinayatakan Manajer Franchise K-24, Burhan Bariton, menurut dia pertumbuhan bisnis Apotek K-24 saat pandemi tumbuh sangat signifikan.

Pasalnya, saat menghadapi lonjakan permintaan yang ada saat pandemi, K-24 pun menambah jumlah gerai yang dimiliki sebelumn ya. K-24 pun menargetkan untuk memiliki 110 gerai pada 2022 ini.

"Ada tiga periode lonjakan selama pandemi gelombang 1,2 dan 3. Selama lonjakan omzet K-24 naik 100%," kata dia saat dihubungi Franchiseglobal.com, Rabu (10/8/2022).

Buat masyarakat yang ingin bermitra menjadi apotek jaringan K-24, dikatakan Burhan lagi, nilai investasi sebagai mitra K-24 adalah sebesar Rp1,2 miliar.

Jumlah tersebut, kata dia, sudah termasuk stok obat awal, interior dan eksterior gerai, training, logistik, IT, pendampingan perijinan dan rekruitmen.

"Kalau untuk franchise fee-nya saja sebesar Rp120 juta plus PPN untuk masa waralaba 6 tahun," jelasnya lebih detail.

Untuk balik modal K-24 menawarkan kepada mitranya akan dapat dicapai dalam kurun waktu kurang lebih 3,5 tahun dengan catatan omzet yang dihasilkan gerai K-24 mencapai Rp13 juta perharinya.

"ROI (Return on Investment), dapat tercapai dalam 3,5 tahun, tapi kalau untuk BEP operasional itu bisa dicapai dalam waktu 6-7 bulan, kalau omzetnya Rp13 juta per hari," terangnya.

Sementara itu, untuk gerai, dikatakan Burhan, harus memenuhi syarat  memiliki luas 60 meter persegi, terletak di dekat pemukiman pada penduduk dan jalur ke kota.

"Juga punya lahan untuk parkir mobil," tegasnya.

Nah, jika kamu tertarik untuk membeli waralaba K-24? Silakan daftarkan diri Anda di https://franchisek24.com.