JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM – Di era digital ini, peluang bisnis sangat terbuka lebar bagi siapapun yang bisa memanfaatkan kesempatan. Salah satunya reseller yang boleh dibilang saat ini cukup populer, khususnya di kalangan milenial. Tentunya, hal ini juga mengingat model bisnis tersebut mudah untuk dijalankan dan tak perlu mengocek kantong dalam-dalam.

Sila Tea salah satunya. Meski baru berdiri dua tahun lalu, tapi teh premium yang berkibar di bawah bendera usaha PT Sila Agri Inovasi ini langsung mengembangkan sayap bisnisnya dengan menawarkan peluang reseller, baik secara offline maupun online. Hal ini disampaikan oleh Business Development Director Sila, Redha Taufik Ardias saat dihubungi FRANCHISEGLOBAL.COM baru-baru ini di Jakarta.

Menurut Redha, calon reseller harus merogok kocek senilai Rp3 juta. Nilai tersebut untuk membeli produk teh premium yang nantinya akan dijual kembali ke konsumen. Setelah itu, untuk pembelian produk selanjutnya, reseller akan diberikan diskon sebesar 20%.

“Reseller boleh menentukan margin mereka masing-masing. Mereka boleh memberikan diskon ke konsumennya, asalkan jangan menjual produk lebih rendah dari harganya, karena kita mau jaga harga,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan agar teh premium Indonesia dapat berjaya di negeri sendiri, Sila Tea, kata Redha dipasarkan ke sejumlah hotel, event, belasan café dan Sila Tea Headquarter di Bogor. 

Sila Tea dipasarkan mulai dari Rp20 ribu hingga Rp200 ribu per kemasan, dengan rata-rata harga Rp90 ribu per kemasan untuk 50 cup. Adapun produk paling best seller adalah Glorious White Tea, Black Booster, dan Lemongrass Green Tea.

“Kalau omset penjualan produk teh Sila rata-rata di atas Rp75 juta per bulan. Dan kami memiliki target di tahun 2021 nanti bisa menjangkau penjualan hingga ke 150 kafe, 50 reseller baik offline maupun online dan 3 distributor,” katanya.

Sebagai informasi, Sila Tea saat ini tidak hanya menyajikan teh dengan kualitas specialty tea dalam versi original, tapi juga ditambahkan dengan bahan herbal dan rempah khas Indonesia, Artisan Tea.

Adapun bahan bakunya didapatkan dari berbagai daerah di Indonesia, 75% berasal dari Jawa Barat, selebihnya dari Sumatera, Jawa Tengah dan Jawa Timur, baik dari petani rakyat, petani swasta, maupun perkebunan pemerintah.

Terdapat puluhan ragam teh di Sila yang digolongkan dalam 5 tipe yaitu White Tea, Green Tea, Yellow Tea, Red Tea dan Black Tea. Untuk variannya sendiri, Sila sudah memiliki 40-an varian namun baru memasarkan 20 varian yang dikemas dalam beragam kemasan.

Bagaimana sobat FRANCHISEGLOBAL.COM, berminat menjadi reseller Sila Tea?