Salah satunya adalah Warteg Kharisma Bahari (WKB) besutan Sayudi asal Tegal, Jawa Tengah. Berdiri sejak 2009 lalu, kini warteg dengan tagline ‘Siap Mewarteg-kan Jabodetabek’ ini sudah memiliki sekitar 214 outlet.

“Semua outlet kita masih ada di area Jabodetabek,” ujar Dewi, salah satu marketing Warteg Kharisma Bahari saat diwawancara Franchiseglobal.com via telepon, Jumat (1/2/2019).

Ada dua konsep kemitraan yang ditawarkan. Pertama, usaha warteg dengan pengelolaan dari pusat. Nilai investasi yang dibutuhkan sekitar Rp120 juta diluar sewa tempat. Dengan nilai tersebut, investor akan mendapakan desain dekorasi warteg yang sesuai dengan standar desain WKB yakni dengan dominan warna kuning dan hijau.

Selain itu, mitra juga sudah mendapatkan perlengkapan usaha, bahan baku, serta karyawan yang akan dipekerjakan di warteg. “Artinya investor tinggal duduk manis saja sambal memantau perkembangan wartegnya. Nanti sistemnya bagi hasil 50:50 setelah dikurangi pengeluaran untuk kebutuhan warteg,” jelasnya.

Kedua, usaha warteg dikelola oleh investor sendiri. Nilai investasi yang dibutuhkan Rp110 juta diluar sewa tempat. Benefit yang ditawarkan pun sama, yakni mendapatkan perlengkapan usaha serta desain dekorasi warteg.

“Hanya saja investor tidak dapat makanannya yang untuk dijual. Tidak dapat karyawan juga,” tuturnya.

Dewi mengatakan, perkiraan omset yang bisa didapat mitra setiap harinya bisa mencapai Rp1,5 jutaan atau sekitar Rp45 juta dalam sebulan. Untuk balik modalnya sendiri, kata Dewi, tergantung dengan lokasi warteg berdiri.

“Harapannya, Kharisma Bahari siap untuk mewarteg-kan Jabodetabek,” pungkasnya. [ded]