JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM – Usaha es krim boleh dibilang sebagai salah satu bisnis yang menjanjikan. Pasarnya relatif cukup luas dan mudah diterima oleh berbagai kalangan serta tidak kenal batasan usia dan batasan strata. Peluang inilah yang kemudian dilirik produsen es krim Campina melalui tawaran kemitraan Campina Counter.

Campina Counter sendiri merupakan suatu bentuk kerjasama antara PT Campina dengan mitra bisnis yang ingin membuka usaha dalam bentuk counter yang menjual khusus es krim potong dan es krim scoop.

“Counternya Campina berada di segmen menengah ke atas. Karena es krim yang kami tawarkan kualitasnya sangat bagus. Jadi harganya tidak murah,” ujar Konsultan Bisnis Kemitraan PT Campina Ice Cream Industry Tbk, Wardi Lubis saat ditemui FRANCHISEGLOBAL.COM di pameran franchise di Jakarta akhir pekan lalu.

Wardi mengatakan, harga jual es krim Campina berkisar di antara Rp6000 hingga Rp20.000. Sementara segmen marketnya menyasar di sekolah-sekolah atau di tempat-tempat yang berdaya beli tinggi.

“Kami yakin harga yang kami tawarkan sesuai dengan rasa yang dibeli konsumen,” tambahnya.

Untuk bisa menjadi mitra bisnis Campina Counter, modal yang dibutuhkan sebesar Rp20,5 juta. Modal tersebut sudah termasuk perangkat booth berukuran 1,6 meter x 1,2 meter dengan tinggi 2 meter. Di dalamnya, terdapat 1 unit freezer dan lemari penyimpan produk atau peralatan.

“Itu juga sudah termasuk produk perdana senilai Rp2 juta. Jadi mitra bisa langsung jualan produknya senilai tersebut,” kata dia.

Untuk tahap awal, lanjut Wardi, mitra akan diberikan produk es krim potong maupun scooping dengan beberapa varian rasa. Misalnya es krim potong terdiri dari 4 varian rasa yakni strawberry, coklat, vanilla dan neopolitan. Begitu juga dengan scooping dengan 5 varian rasa favorit.

Karena konsepnya kemitraan, sehingga mitra tidak dikenakan biaya royalti. Artinya keuntungan akan sepenuhnya menjadi milik mitra. Hanya saja, mitra diwajibkan order ke Campina pusat.

“Estimasi omset per hari itu bisa sampai Rp500 ribuan. Jadi dalam kurun waktu 7 sampai 8 bulan itu sudah balik modal,” tuturnya.

Saat ini, Campina telah memiliki 7 counter yang semuanya masih tersebar di wilayah Jakarta. Di tahun 2020 ini, Wardi berharap Campina bisa membuka hingga 50 counter yang fokus sebarannya di Jakarta, Bandung dan Surabaya.