Apotek K-24 menargetkan dapat menambah sampai 100 gerai baru pada 2022. Perusahaan membidik pengembangan di wilayah-wilayah yang belum dijangkau untuk memeratakan layanan.

Direktur Utama Apotek K-24 Gideon Hartono menjelaskan jumlah gerai sampai akhir tahun lalu mencapai 596 unit. Sejauh ini, jumlah gerai telah mencapai 600 unit. "Target kami di tahun ini 100 gerai baru," kata Gideon.

Jumlah gerai bertambah sekitar 50 persen pada semester I/2021 dibandingkan dengan periode yang sama setahun sebelumnya. Per Juli, terdapat 571 gerai apotek K-24 di mana 75 persen di antaranya merupakan gerai waralaba.

“Milik perusahaan hanya 25 persen. Prospek untuk waralaba masih sangat bagus karena kesehatan menjadi salah satu sektor esensial yang diizinkan beroperasi normal selama pandemi,” bebernya.

Gideon mengemukakan rencana penambahan gerai dengan tingginya minat untuk waralaba. Dia mengatakan penambahan gerai lewat franchisee pada 2021 menjadi yang tertinggi dan berhasil melampaui capaian pada tahun-tahun sebelumnya.

"Franchisee pada 2021 mencapai puncak. Franchisee yang ingin bergabung lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya karena banyak pelaku usaha melihat bisnis kesehatan ini sesuatu yang sustainable," katanya.

Seiring dengan penambahan gerai yang diwaralabakan, Gideon mengatakan perusahaan juga tetap akan menambah gerai yang dikelola sendiri. Tambahan gerai kelolaan sendiri akan difokuskan pada wilayah yang belum terjangkau pewaralaba dan di daerah-daerah luar Jawa yang belum di jangkau. "Company owned stores tetap dikembangkan untuk meratakan pelayanan di seluruh Indonesia, terutama di lokasi-lokasi yang belum dijangkau franchisee.