Rudi Parlinggoman Sinurat owner Tahu Jeletot Taisi mengatakan brandnya telah mendapatkan kesempatan dari KBRI untuk mengikuti pameran franchise setingkat Asia di Filipina. Acara yang berlangsung sejak 29-31 Maret 2019 itu mendapatkan respon pengunjung untuk produk yang dipamerkan cukup luar biasa.

"Di pameran kita berikan sample secara gratis untuk dinikmati pengunjung, responnya baik. Kemudian kita juga ingin mengetes dengan menjualnya, seporsi Tahu Taisi dihargai 50 Peso/ Rp13 ribu dan responnya sama ramainya," katanya kepada Franchiseglobal.com melalui sambungan telephone, Selasa, (14/5/2019).

Artinya menu khas makanan Indonesia tahu ini juga dinikmati oleh warga negara lain, meskipun sebagian dari mereka tidak menyukai rasa pedas berlebih. Untuk menuju pasar Asia sendiri, Tahu Jeletot Taisi masih hendak fokus di dalam negeri Indonesia.

Selama 7 tahun membangun bisnis ini, Tahu Jeletot Taisi telah banyak melalui kondisi baik itu siklus tiga/ lima tahunan. Sehingga saat ini Tahu Jeletot Taisi terus berusaha memberikan yang terbaik. Dalam meredam tingkat kejenuhan konsumen juga, Tahu Jeletot Taisi berusaha menyegarkan penampilan dan menambah varian menunya. Strategi terpenting lainnya adalah dengan menambah maupun merawat cabang.

"Artinya itu yang membedakan prodak kami dengan produk lain yang sejenis, di mana mereka dari dulu hingga kini begitu- gitu saja," tuturnya. 

Taisi sendiri ditawarkan dalam tiga paket kemitraan yakni paket Rp20 juta, paket Rp49 juta dan paket Rp55 juta. Dengan nilai tersebut, mitra sudah bisa mendapatkan semua perlengkapan jualan.

Perkiraan omset yang bisa didapat mitra per harinya bisa mencapai Rp500 ribuan atau Rp15 juta dalam sebulan dengan keuntungan bersih mencapai sekitar Rp3 jutaan. Sementara untuk balik modalnya sendiri butuh waktu sekitar 7 bulan. [hfz]