Bagi anda yang ingin memulai suatu bisnis, tidak ada salahnya melirik peluang usaha tahu jeletot. Bisnis jajanan yang tidak pernah ditinggalkan para pecintanya ini, masih menawarkan sensasi pedas yang tidak lekang oleh waktu.

Kendati harga cabai yang menjadi bahan baku utama produk tahu pedas ini sempat meningkat tajam pada beberapa waktu yang lalu, namun kecintaan orang Indonesia dengan makanan pedas tak menyurutkan penjualan makanan seperti tahu jeletot. Alhasil peluang ini dilirik oleh sebagian orang untuk menggeluti bisnis tahu pedas.

Brand Tahu Jeletot Taisi pun bisa jadi pilihan bagi masyarakat yang ingin memiliki bisnis kudapan tahu goreng ini. Terlebih calon mitra tidak perlu merogoh kocek yang terlalu dalam untuk menginvestasikan modalnya. Tahu Jeletot Taisi membanderol paket kemitraan bisnisnya senilai Rp15 juta. Biaya itu sudah termasuk gerobak, bahan baku awal, beserta alat masak yang bisa didapatkan oleh mitra.

Setelah gerai bisnis kemitraan Tahu Jeletotnya sudah berjalan, mitra hanya tinggal order stok bahan baku produk kepada  pusat setiap harinya. Untuk harga, Tahu Jeletot Taisi hanya membandrol produknya senilai Rp2500 per satuannya. Dengan asumsi penualan per hari rata-rata sebanyak 200 pcs, mitra bisa mendapatkan omzet senilai Rp500 ribu.

Dikurangi biaya operasional dan semacamnya, mitra diproyeksikan bisa mencapai BEP (balik modal) mulai dari 5 bulan setelah bisnis berjalan. Kondisi ini tentu bisa meningkat apabila lokasi yang dipilih mitra sangat strategis seperti di area kampus, sekolah, pusat kuliner dan semacamnya. Dengan prospek yang hampir merata di seluruh daerah di Indonesia, tentu peluang kemitraan ini bisa dijangkau oleh masyarakat dari berbagai daerah.

Menurut Rudi Parlinggoman Sinurat, owner Tahu Jeletot Taisi, jika pihaknya tidak hanya menawarkan satu paket kemitraan saja, tapi juga menyediakan paket secara master area bagi calon mitra yang ingin mengembangkan bisnis tahu pedas di daerahnya. Tentu ada perbedaan baik dari segi benefit maupun investasi yang perlu dipersiapkan oleh calon mitra.

“Mereka akan mendapatkan privilage untuk mengembangkan bisnis kemitraan Tahu Taisi daerah mereka bermukim. Kami juga akan mem-protect area mereka untuk mitra master franchise kami, jadi ketika ada mitra perorangan yang ingin membuka di wilayah master kami, tentu kami akan direct langsung ke mereka,” ujar Rudi.

Lebih lanjut, untuk kerjasama dengan paket master franchise ini investasi yang dibutuhkan senilai Rp250 juta. Modal tersebut sudah termasuk franchise fee, benefit pembukaan dua gerai, perlengkapan workshop, software point of sales, inventory, SOP dan privilage pengembangan bisnis di wilayahnya.

Nantinya pihak franchisor akan menyiapkan satu workshop untuk menunjang dan menyuplai bahan baku untuk setiap gerai di wilayah tersebut. Workshop ini tentunya sebagai rumah produksi bahan baku dan dikelola oleh sang master franchise. “Kami sudah ada master area di Yogyakarta, segera menyusul di kota-kota besar lainnya. Kami menargetkan untuk bisa di wilayah pulau Jawa terlebih dulu,” pungkasnya. (adv)