JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM - Berbicara soal brand, khususnya yang bermodel franchise, kemitraan, dan lisensi tidak lepas dari kemampuan bisnis tersebut dalam menghasilkan keuntungan. Tolak ukurnya sangat jelas. Bisnis yang paling diminati adalah bisnis yang paling berhasil dan bisa mendatangkan rupiah.

Berangkat dari hal tersebut, franchisor dan franchisee kemudian bersinergi dalam upaya mewujudkan kemajuan Bersama yang memang ditawarkan pola bisnis franchise, kemitraan, dan lisensi.

Bagaimana tidak, konsep kolaborasi bisnis franchisor plus franchisee ini dikenal sebagai model bisnis paling sukses sepanjang sejarah yang pernah ditemukan manusia. Tengok saja berapa banyak gerai restoran cepat saji seperti Mc Donalds, KFC, Pizza Hut yang bisa kita temui di seluruh dunia. Belum lagi dengan produsen kopi kenamaan asal Amerika Serikat, Starbucks, yang sukses menjadi pelopor gerai kopi modern di seantero bumi.

Kesuksesan brand-brand tersebut tidak lepas dari pemahaman hakiki para pelaku usaha yang terikat di dalamnya untuk menjalankan pola franchise, kemitraan, dan lisensi secara paripurna. Jika sudah demikian, maka impian soal kesuksesan bukan lagi perkara sulit.

Pertanyaan kemudian timbul, bagaimana cara untuk menciptakan dan memilih brand yang tepat agar mendulang kesuksesan serupa. Jawabannya sederhana. Bisnis yang baik berarti bisnis yang memiliki kemampuan dalam menjalankan dan mempertahankan ekosistem usahanya. Dalam dialek Inggris, kemampuan berkesinambungan bisnis lebih jamak disebut sustainability.

Ya, sustainability menjadi salah satu faktor kunci yang memegang peranan penting dalam kegiatan berbisnis. Para franchisor dituntut untuk bisa menghadirkan konsep usaha berkelanjutan serta memiliki keunikan, support kepada kepada para franchisee melalui. Pada tahap ini, franchisor harus memastikan bahwa dirinya sudah paham betul dengan segala dinamika dan masa trial-error sebelum melangkah pada pengembangan jaringan bisnisnya.

Langkah penting selanjutnya adalah kecermatan memilih calon franchisee merupakan langkah awal keberhasilan dari bisnis itu sendiri.

Disisi lain, franchisee juga harus jeli dalam menganalisa setiap proposal usaha yang diterima. Jangan pernah mengambil langkah strategis hanya berdasarkan iming-iming profit semata. Kembali lagi, sustainability sebuah usaha menjadi key factor dalam keberlanjutan bisnis. Itu menjadi tolak ukur yang harus diperhitungkan secara matang kala meminang sebuah usaha.

Jika dinilai sudah mantab dengan pilihan tersebut maka saatnya mewujudkan passion dalam mengelola bisnis. Perlu diketahui, model bisnis franchise, kemitraan, dan lisensi bukan merupakan sebuah sistem yang auto-pilot. Untuk itu, perlu adanya upaya sinergi dan kerja keras dari setiap pelaku yang terkait didalamnya untuk memajukan usaha ini bersama-sama.

Franchisor wajib memberikan pendampingan kepada franchisee terkait pengembangan usaha. Pun demikian dengan Franchisee. Mereka dituntut untuk mengikuti dan 'nurut' terhadap setiap Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah disepakati dalam kontrak kerjasama.

Jika masing-masing pihak telah memiliki arah jalan yang seirama, maka kerjasama franchisor dan franchisee akan menghasilkan sebuah kerjasama positif yang siap menghadirkan cuan yang diharapkan.

Sebuah usaha yang baik adalah usaha yang dijalankan secara total sepenuh hati dalam menjalankannya. Jadi, saya mengajak Anda, para calon franchisee untuk ambil bagian dari perkembangan bisnis franchise, kemitraan, dan lisensi di negeri ini. []