Menurut Santo, sapaan akrabnya, outlet Durio yang biasanya banyak dikunjungi oleh anak-anak muda, kini mulai dijamah kembali oleh para keluarga. “Kalau dulu kan awal-awal yang sering anak-anak sekolah, kemudian siang dikit mahasiswa, baru agak maleman keluarga. Tapi setelah itu keluarga mulai menghilang. Dan sekarang Alhamdulillah keluarga sudah mulai pada datang lagi,” katanya.

Santo mengatakan, pihaknya juga telah mengambil beberapa tenant untuk melengkapi menu-menu yang ada di Durio, seperti ayam geprek, sop iga, babat dan menu-menu lainnya. “Menunya tetap pakai menu kita,” tambahnya.

Selain es krim durian, kata Santo, pihaknya juga menyajikan roti bakar yang khas dengan aroma pandan hijau. Sehingga dijamin akan membuat siapapun yang mencobanya bakal ketagihan. Untuk harganya sendiri sekitar Rp13 ribu sampai Rp15 ribu. Sementara untuk Sop Duriannya dibanderol Rp17 ribu.

Terkait dengan peluang usahanya, kata Santo, pihaknya masih menawarkan peluang kemitraan dengan nilai investasi Rp10 juta. Ada banyak alasan kenapa harus menjadi mitra Durio, salah satunya adalah dimana bisnis ini 100 persen asli brand lokal Indonesia. Selain itu segmen pasarnya luas dan juga masih sedikit kompetitornya.

Saat ini, Sop Durian Durio telah memiliki lebih dari 20 outlet mitra yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia seperti Pangkal Pinang, Surabaya, Yogyakarta, Karawang, Cikarang, Jonggol, Tangerang, Pamanukan, Depok, dan juga Cilegon.

Selain itu, dua outlet milik sendiri ada di wilayah Depok, yaitu Grand Depok City dan juga Depok 2 Tengah.

“Target di tahun 2019 adanya penambahan mitra sebanyak 20 mitra,” harapnya.

Silakan klik Sop Durian Durio untuk mengetahui nilai investasi, BEP dan informasi lainnya. [ded]