Bisnis waralaba minuman bubble tampaknya mempunyai cerita unik dan segmentasi bisnis tersendiri. Apalagi, jika brand waralaba itu merupakan brand dari luar negeri yang dipasarkan di Indonesia. Sudah pasti bisnis yang satu ini akan menyerap pangsa pasar tersendiri, apalagi bagi para konsumen yang pernah terbang ke luar negeri sambal mencicipi brand tersebut di luar negeri. Pastinya, ketika datang ke Indonesia dan melihat brand itu hadir di Indonesia akan teringat masa-masa sewaktu dirinya terbang ke luar negeri. Hal ini yang sudah dibuktikan oleh SHARE TEA. Ya, brand yang berasal dari Taiwan ini terus melakukan inovasi dan gencar melebarkan sayapnya di Indonesia.

Deputy General Manager SHARE TEA Indonesia, Andrianto menerangkan bahwa saat ini SHARE TEA sudah memiliki cabang sekitar 60 yang tersebar di 24 kota besar. Namun, kata Andri, SHARE TEA akan menambah lagi dua cabang lagi khususnya di kawasan Indonesia Timur. “Kita saat ini akan buka di Sorong dan Ambon, jadi nantinya akan menjadi 26 kota besar,” katanya ketika ditemui oleh plasafranchise.com.

Andri menceritakan awal mula SHARE TEA masuk ke Indonesia. Menurutnya, SHARE TEA masuk ke Indonesia pada September 2012 dengan outlet pertama kalinya di Plasa Semanggi Jakarta. “Namun kalau untuk SHARE TEA nya sendiri di Taiwan itu sudah sejak 1992,” ujarnya.

Mengapa tertarik membawa produk Taiwan ke Indonesia? Andri menjawab, setiap dekade pasti ada life cycle nya. Andri menganalogikan dengan masuknya budaya negera lain semisal Jepang dan Amerika ke Indonesia yang langsung diserap oleh masyarakat. “Jepang masuk mulai dari film doraemon, kotaro minami langsung makanannya semisal Hoka-hoka Bento. Nah, saat 2012 itu sedang booming nya film dan budaya Taiwan, jadi kita manfaatkan momentum itu dan efektif sampai sekarang,” tuturnya.

Berapa nlai investasi jika ada investor yang berminat membuka outlet SHARE TEA? Andri menjelaskan bahwa pada dasarnya investasi berbeda-beda segmentasinya. “Namun secara rata-rata kisaran itu 500 jutaan. Segmentasi kita memang middle up dan menyasar dalam Mall yang diutamakan,” terangnya.

Namun, kata dia, jika disuatu daerah tidak terdapat Mall besar seperti di Indonesia Timur, maka pihaknya pun melakukan sistem Stand Loan. “Karena kalau didaerah Papua itu jarang mall-mall besar tapi kita lihat pangsa pasarnya ada. Nah, akhirnya kita inovasikan lah stand loan,” ucapnya.

Jelang Natal dan Tahun Baru 2017, Andri meyakinkan akan ada promo menarik yang ditawarkan semisal buy 1 get 1 dan akan menambah inovasi menu minuman terbarunya. “Pastinya ada, kita juga buat menu baru namun kita masih rahasiakan ke publik. Pokoknya kita akan kasih something new kepada pelanggan,” tutupnya.