Rocket Coffee sendiri pertama hadir di Bandung pada 2008 lalu. Sejak saat itu juga kedai kopi ini langsung menawarkan kemitraan. Sampai saat ini sudah ada lima cabang yang tersebar di Bandung, Bogor, Cibiru, Jatinagor dan Palembang.

“Rocket Coffee adalah perpaduan antara espresso coffee dan manual brewing,” ujar Bhakti dalam pesan singkatnya pada Franchiseglobal.com, Rabu (5/12/2018).

Untuk menu espresso sendiri, kata Bhakti, ada caffee late, cappuccino, Americano, long black, espresso, flat white, caramel macciato, moccacino dan chocolate. Sementara untuk manual brew ada V60, French press, Vietnam drip dan syphon.

“Harganya bervariasi, mulai dari Rp11 ribu sampai Rp31 ribuan,” katanya.

Terkait dengan peluang bisnisnya, terdapat tiga paket kemitraan yang ditawarkan yakni paket mini resto Rp250 juta dengan luas tempat yang dibutuhkan 50 meter, paket resto Rp300 juta dengan luas 100 meter dan paket resto cafe Rp350 juta dengan luas 150 meter.

Bicara soal omset yang didapat mitra tiap bulannya diperkirakan mencapai Rp90 juta sampai Rp150 jutaan. Dengan omset sebesar itu, dalam kurun waktu 12 bulan sampai 16 bulan kedepan, mitra sudah bisa balik modal.

Bhakti berharap kedepannya Rocket Coffee bisa terus berkembang dan semakin dikenal oleh masyarakat, khususnya para pecinta kopi di Indonesia. [ded]