JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM – CV Ghanisa Jaya Abadi melalui brand kenamaannya Ghanisa Aesthetic & Reflexology semakin menunjukkan eksistensinya di industri klinik kecantikan tanah air. Bagaimana tidak, meski masih dalam kondisi pandemi, tapi bisnis besutan Deddy Purnomo dan Rifatul Minnah sejak 2014 lalu ini justru berencana membuka 5 cabang baru lagi tahun ini.

Hal ini disampaikan Deddy melalui pesan singkat yang diterima FRANCHISEGLOBAL.COM pada Kamis (11/2). Saat ini, Ghanisa sendiri telah memiliki 11 cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Artinya, dengan rencana penambahan 5 cabang baru ini, totalnya akan menjadi 16 cabang secara keseluruhan.

“Saat ini kami sedang prepare (persiapan) untuk opening 5 cabang baru milik mitra dalam waktu dekat yaitu di Jambi (cabang 12), Tangerang (cabang 13), Amuntai Kalimantan Selatan (cabang 14), Cimahi Jawa Barat (cabang 15) dan Pati Jawa Tengah (cabang 16),” katanya.

Menurut Deddy, selama masa pandemi, pihaknya telah melakukan berbagai langkah strategis agar bisnisnya ini tetap bisa survive. Salah satunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dalam segi pelayanan klinik, kemudian memaksimalkan promosi dan membuka luas peluang reseller.

Sebagai informasi, Ghanisa Aesthetic & Reflexology telah memiliki penambahan produk skincare yang dibuka peluang kerjasama dengan sistem reseller yaitu MR2MEN untuk pria dan 10 item produk skincare wanita dengan brand Reedh yang telah tersertifikasi BPPOM dan dijual dengan harga yang terjangkau.

“Pada intinya, dalam suasana apapun harus tetap survive. Karena produk kecantikan tidak terlalu berdampak mengingat wanita selalu ingin tampil cantik. Apalagi bagi yang memiliki wajah bermasalah, tidak mungkin kan perawatan menunggu kondisi normal semua,” tambahnya.

Peluang Kemitraan Ghanisa Aesthetic

Saat ini, Ghanisa Aesthetic & Reflexology memberikan promo paket kemitraan yang ditawarkan mulai dari Rp200 juta untuk non interior, paket Rp350 juta plus interior untuk bangunan 1 lantai dengan maksimal ukuran 5 x 15 meter, paket Rp400 juta untuk bangunan 2 lantai dengan maksimal ukuran 5 x 15 meter tiap lantai.

Sementara untuk estimasi omset yang bisa didapat mitra setiap bulannya bisa mencapai Rp90 jutaan dengan rata-rata balik modal kurang lebih selama 2 tahun.

“Selain paket terjangkau tersebut, kami juga memberikan promo semua paket free laser model terbaru senilai Rp50 juta,” katanya.

Dalam kerjasama ini, tidak ada biaya royalti yang dibebankan ke mitra. Hanya saja, mitra dikenakan biaya lisensi merek senilai Rp50 juta per 3 tahun. “Tapi untuk 3 tahun pertama sudah include harga paket kemitraan,” jelasnya.

Deddy berharap, kedepannya, bisnis klinik kecantikannya ini semakin terus berkembang dengan membuka minimal satu cabang baru setiap bulannya. “Kami ingin memberikan solusi peluang bisnis untuk masyarakat Indonesia dengan modal terjangkau namun dengan profit yang maksimal,” tutupnya.