Franchiseglobal.com - Geliat bisnis minuman di tanah air menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai inovasi minuman baru pun terus bermunculan. Bahkan tak sedikit juga yang membuka peluang kemitraan untuk pengembangan bisnis. Salah satunya Co.choc (dibawah naungan MBV – Mitra Boga Ventura).

Minuman berbahan dasar cokelat ini pertama kali berdiri pada Maret 2018 lalu di Bandung. Hingga kini, sudah ada 22 outlet yang tersebar di 10 kota besar di Indonesia seperti Bandung, Cimahi, Jakarta, Bekasi, Tangerang, Medan, Padang, Makassar, Surabaya dan Yogyakarta.

“Dari 22 outlet itu 6 outlet diantaranya punya kita. Cuma saat ini sudah ada 53 lagi yang deal,” ujar Rinus Mesakh, Co.choc Founder kepada Franchiseglobal.com beberapa waktu lalu di pameran franchise di Jakarta.

Menurut Rinus, yang menjadi pembeda Co.choc dengan minuman cokelat lainnya adalah sistem pengolahannya yang dilakukan dengan bahan dasar ganache (berasal dari bahasa Prancis yang berarti cokelat dan krim-red).

“Jadi seperti saos kental dari cokelat yang biasanya suka ada di desert-desert gitu. Nah, itu kita aplikasikan ke minuman. Jadi teknik khususnya itu kita tuangkan di minuman,” kata dia.

Rinus menambahkan, Co.choc menggunakan bahan baku cokelat yang berasal dari Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Sehingga, Co.choc menghadirkan kekayaan cita rasa cokelat Indonesia.

“Co.choc ini kepanjangan dari comfort of chocolate. Brand kita asli Indonesia, berbahan dasar cokelat asli Indonesia. Kita bekerjasama dengan para petani di Indonesia untuk mendapatkan biji kakao terbaik untuk menciptakan racikan minuman cokelat yang menggugah selera,” paparnya.

Co.choc menghadirkan 10 varian yakni signature dark chocolate, classic chocolate, choco strawberry, choco army, matcha, red velvet, west java, sumatera, thai tea, dan thai tea chocolate. Untuk harganya sendiri cukup terjangkau, yakni berkisar Rp15 ribu sampai Rp19 ribu per gelasnya.

“Kita harga terjangkau banget. Market kita middle low. Tapi packaging yang kita pakai tetap modern,” katanya.

Terkait dengan peluang kemitraan yang ditawarkan, untuk bisa membuka satu gerai Co.choc, mitra harus menyiapkan dana sebesar Rp90 jutaan. Nilai tersebut sudah termasuk fee kemitraan Rp50 juta, equipment Rp10 juta dan estimasi pembangunan booth Rp30 juta. Belum termasuk biaya sewa lahan.

Ia memperinci, dengan proyeksi penjualan rata-rata 100 gelar per hari dengan harga Rp 18.000 per gelas berarti pendapatan sebesar Rp 1,8 juta per hari atau sekitar Rp 54 juta per bulan. Estimasi net profit sebesar 25% (setelah pemotongan biaya royalti 5%), mitra memperoleh Rp 13,5 juta.

“Sampai akhir tahun ini kita pengin kejar sampai 100 outlet,” harapnya.

Untuk bisa mencapai 100 outlet, berbagai strategi pemasaran pun dikerahkan. Selain aktif ikut pameran waralaba, Co.choc juga cukup aktif di sosial media, terutama Instagram.

“Instagram kita cuma ada satu dan itu hanya punya pusat. Tidak ada Instagram per outlet. Tujuannya agar konsumen tidak bingung. Sementara untuk website sendiri masih kita godok,” tutupnya.